IWAPI NTB Terus Optimalkan Peran Perempuan di Jasa Konstruksi

Mataram – Melalui program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT), DPD IWAPI NTB menggelar pelatihan bagi wanita pengusaha di bidang konstruksi.

IWAPI NTB juga menggelar diskusi bersama Wakil Duta Besar Kedutaan Australia di Indonesia, Allaster Cox. Pertemuan digelar di Ruang Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Kota Mataram, Jumat, 26 Oktober 2018.

Pertemuan yang juga dihadiri Dinas PUPR ini merupakan perpanjangan dari dipilihnya FLLAJ NTB sebagai pilot project dari implementasi kesetaraan gender dalam pembangunan infrastruktur juga permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan.

Ketua DPD Iwapi NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi menjelaskan DPD IWAPI NTB merupakan salah satu DPD IWAPI di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk bekerjasama dengan program KIAT bersama Australia. Diketahui, kurun waktu setahun ini IWAPI NTB telah memberikan pelatihan dan pendampingan 36 pengusaha wanita di bidang rekonstruksi.

Kerjasama tersebut bertujuan untuk peningkatan kapasitas wanita pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Pemerintah Australia sendiri selain membantu dalam bentuk pembiayaan pelatihan juga menjadi instruktur dalam pelatihan.

“Jadi kita memberikan pelatihan bagaimana seorang wanita pengusaha di bidang jasa konstruksi ini yang mempunyai perusahaan sendiri bisa membuat penawaran tender sendiri kemudian bisa memenangkan proyek itu sendiri dan bisa menjadi direktur seutuhnya karena selama ini biasanya wanita yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini belum berani untuk bekerja sendiri jadi sistemnya mereka ada yg hanya menjadi sub kontraktor,” ujar Ketua IWAPI NTB sekaligus anggota DPD RI tersebut.

Lebih jauh Baiq Diyah memaparkan  dalam kerjasama ini, Iwapi NTB mengadakan pelatihan bagaimana para perempuan pengusaha di bidang kontrstruksi ini bisa bersaing bisa ikut tender dan bisa mendapatkan satu pekerjaan yang biasanya didominasi kaum pria.
Hal tersebut juga untuk mendorong kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI).

“Partisipasi perempuan dalam pemberdayaan ekonomi masih rendah. Selain itu akses informasi perempuan ke dunia kerja terbatas. Juga pengusaha wanita di bidang rekonstruksi masih rendah sehingga kami mendorong kegiatan ini untuk pendamping dan pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Sejauh ini IWAPI sudah melakukan beberapa hal, di antaranya pelatihan pengenalan manager pelaksana proyek jalan. Bahkan salah satu peserta memenangkan proyek tender swakelola di Lombok Tengah.

“Ke depan IWAPI akan melakukan juga berbagai kegiatan, di antaranya pelatihaan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan,” terang calon DPD RI ini.

Terkait tantangan, Baiq Diyah mengatakan, target peserta pelatihan perempuan di jasa konstruksi tidak mudah terpenuhi. GESI juha belum menjadi arus utama dalam bidang konstruksi.

“Namun dengan adanya program ini dapat menciptakan peluang perempuan kerja di jasa konstruksi melalui pelatihan dan mengutamakan GESI melalui informasi, komunikasi dan teknologi (ICT),” pungkasnya.

Sementara, Wakil Duta Besar Kedutaan Australia di Indonesia, Allaster Cox, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan IWAPI NTB.

“Selama ini belum ada yang melakukan pelatihan di bidang konstruksi, khususnya bagi perempuan. Sehingga saya sangat mengapresiasi peran IWAPI,” ucapnya.

Program KIAT ini sendiri telah berlangsung hampir setahun. Pelatihanpun telah digelar beberapa kali. DPD Iwapi NTB menjadi salah satu pengurus daerah yang di percaya untuk menggelar pelatihan. Peningkatan kapasitas dan daya saing untuk menciptakan wanita pengusaha di bidang jasa konstruksi menjadi tujuan program KIAT. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *