KoranNTB.com –  Konferensi Wilayah atau Konferwil Nahdlatul Ulama (NU) NTB ke XIII saat ini sedang berlangsung di Ponpes Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, Sabtu, 19 Januari 2019.

Mendekati pemilihan Ketua Tanfiziah PWNU NTB, semakin mencuat nama Masnun akan mempin NU untuk lima tahun mendatang. Sebab figur Masnun selain sebagai tokoh akademisi juga representasi santri, di mana pengabdiannya di NU sejak tahun 1983.

Menurut Masnun dia pribadi siap dipimpin dan siap memimpin. Jika diamankan sebagai ketua tentu tugas penting yang juga selama ini menjadi masukan bagaimana menghidupkan NU di Pulau Sumbawa.

Link Banner

“Saya siap dipimpin dan saya siap mempin,” kata Masnun di Bagu Loteng kemarin.

Bagaiaman sekretaris wilayah? Bagi profesor yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Rektor I UIN Mataram itu  akan welcome tergantung masukan dari jamaah NU. Masnun Mengaku sejumlah nama sebagian sekretaris pun sudah muncul seperti ketua KPU NTB saat ini Lalu Aksar Ansori, mantan ketua GP Ansor NTB, Suaeb Quri, Sekretaris PW NU NTB hari ini, Lalu Winengan dan  juga Tauhid Rifai yang saat ini sebagai Tim Ahli Pendamping Desa Provinsi NTB.

“Banyak nama diusulkan untuk jadi Partner saya kalau saya dimandatkan Pimpin NU. Saya welcome saja. Saya sudah biasa berpartner dengan siapa saja.” katanya.

Sementara itu Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi terpisah mengaku dia sama sekali tidak pernah menginginkan jabatan apa saja di NU. Ia pun tidak mencalonkan diri apalagi sebagai calon sekretaris.

Menurut Aksar  ada banyak senior yang dilihatnya lebih mampu  bahkan dari sisi pendidikan juga masih banyak yang lebih tinggi.

“Ada  yang S3 dan S2, ada ustadz, ada yang punya akses dan jaringan, ada yg menulis buku tebal tebal  dan banyak membesarkan pondok pesantren. Kalau saya ngga lah, ikut jadi apa saja dan siap melaksanakannya,” kata pria kelahiran Penujak Lombok Tengah itu.

Posisinya sebagai anggota KPU kata dia  tinggal hitungan hari sehingga jangan sampai dengan meminta jabatan di NU banyak pihak menganggap akan mencari makan di NU.

“Saya tinggal 2 dua hari menjadi anggota KPU dan tanggal 22 Januari sudah menganggur. Jangan sampai karena nganggur malah bukan menghidupi NU malah dibilang cari hidup di NU,”  kata Aksar.

“Jadi sekali lagi, ada banyak teman lain. Saya diantrean paling terakhir saja. kalau ada 10 calon, saya di antrean ke 11 saja,” tambahnya.

Berbeda dengannya, Suaeb Quri yang berharap jika Masnun terpilih sebagai ketua agar bisa membuat regenerasi di NU alias tidak hanya orang orang lama saja. Tidak hanya itu Suaeb juga memberi masukan agar kaum muda bisa diakomodir apalagi ada representasi perwakilan pulau Sumbawa.

“Ini masukan dari temen temen muda NU,” ujarnya.

“Beliau (Masnun) layak menjadi ketua Tanfiz. Perpaduan antara tokoh muda,  dan akademisi serta ulama. Khusus sekretaris PWNU kedepan semuanya diserahkan ke ketua terpilih dan dengan mempertimbangkan usia dan perlu orang baru agar ada kaderisasi di NU,” pungkasnya. (red)