Pantai Wane Bima, Sarang Lumba-lumba yang Mempesona

KoranNTB.com – Pantai Wane, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dahulu terkenal dengan kawasan zona merah paling horor dari begal. Aksi begal tidak mengenal waktu dari dulu. Hingga wilayah tersebut semakin horor dari cerita demi cerita para korban dan saksi.

Namun itu dulu, kini justru wilayah tersebut menjadi wilayah aman dari kejahatan. Itu karena semua komponen masyarakat di sana menyadari adanya potensi rezeki dari pantai tersebut. Pantai Wane memiliki keindahan menakjubkan. Deburan ombak yang tinggi dan atraksi lumba-lumba yang berada di pantai tersebut.

Pantai tersebut sangat menawan dengan atraksi lumba-lumba yang melompat di antara perahu para wisatawan yang datang. Bahkan, wisatawan menikmati keindahan “tarian” lumba-lumba dari jarak sangat dekat.

Pantai Wane berubah dari wilayah yang manakutkan ke tempat paling direkomendasi untuk dikunjungi salah satunya berkat Komunitas Sadar Wisata Pesona Labibano. Tidak pernah mengenal lelah komunitas tersebut mengkampanyekan keamanan dan keindahan Pantai Wane. Mereka mendapat cibiran di media sosial. Masyarakat banyak yang meragukan soal keamanan di lokasi, lantaran trauma mitos begal. Namun secara perlahan paradigma masyarakat berubah soal pantai tersebut.

Satu persatu pengunjung membuktikan keindahan serta keamanan pantai. Bahkan awalnya lumba-lumba di pantai hanya sebuah mitos yang tidak dipercaya. Namun semua itu terbalikan saat para pengunjung membuktikannya langsung. Keramahan para penduduk, lokasi yang aman dan pantai yang menawan dengan atraksi lumba-lumba memanjakan pengunjung. Mitos kejahatan jalanan sudah menjadi masa lalu yang patutnya ditutup dengan harapan bahwa pantai tersebut adalah surga baru bagi setiap orang.

“Kita terus berusaha menata serta mencoba memberikan pemahaman terhadap warga sekitar terkait manfaat wisata dan bermanfaat bagi masyarakat setempat serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” Ketua Komunitas Sadar Wisata Pesona Labibano, Juliansyah Darmawan.

Dia mengatakan, masyarakat di sana mulai sadar wisata. Kini pengunjung mulai berdatangan. Masyarakat juga telah membuka usaha kuliner di pantai tersebut untuk dijual pada pengunjung dengan harga terjangkau. Pengunjung dapat menikmati ikan bakar hasil tangkapan nelayan di sana dan langsung menyantapnya di tepi pantai. (red/3)