Ana Nurul Atmajah, Mahasiswa UMMat Berwirausaha

Oleh : Arifudin

Bagi Ana Nurul Atmajah yang sering disapa Ana, bahwa memulai sebuah usaha bukanlah perkara mudah, namun bukan pula perkara yang teramat sulit. Berwirausaha pada dasarnya mengerahkan kemampuan dalam memanfaatkan peluang berusaha secara mandiri tanpa tergantung mutlak pada pemerintah. Wirausaha (entrepreneurship) merupakan jenis pekerjaan atau profesi yang membutuhkan modal maupun strategi kreatif.

Wirausaha dalam Ajaran Islam

Sebagai ajaran yang mengajarkan keseimbangan dunia dan akhirat, Islam telah menggarisbawahi bahwa bekerja (berwirausaha) merupakan pekerjaan mulia. Dalam beberapa ayat Al-Quran dan hadis ditemukan penjelasan tentang urgensi (fadilah) wirausaha. Seperti ayat-ayat maupun hadis berikut.

…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Al-Baqarah/2 ayat 275). Dilanjutkan ayat yang lain. Apabila salat telah ditunaikan, maka bertebaranlah di muka bumi; carilah karunia Allah. (Al-Jumuah/62 ayat 10).

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu dibangkitkan. (Al-Mulk/67 ayat 15).

Perhatikan olehmu, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki. (HR Ahmad)

Ayat-ayat Al-Quran maupun hadis di atas merupakan anjuran bagi manusia agar berusaha yakni melalui wirausaha dengan beragam jenisnya. Wirausaha tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perdagangan semata, namun menyangkut aktivitas lain yang berhubungan dengan upaya meraih rezeki secara mandiri, kreatif dan inovatif.

Dalam Islam prinsip utama terkait wirausaha adalah halal dan benar prosesnya. Kedua prinsip tersebut perlu dijadikan acuan dalam berwirausaha agar sejalan dengan Islam serta terhindar dari sifat-sifat yang tercela (korupsi atau tindakan negatif lainnya).

Ana Nurul Atmajah Mahasiswa Berwirausaha

Salah satu domain yang perlu dilakoni mahasiswa dalam melakukan perubahan adalah menjadi pelaku usaha atau pengusaha (entrepreneur) itulah yang dilakukan oleh Ana Nurul Atmajaya salah seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Bagi Ana menjadi wirausaha muda merupakan kebanggaan tersediri bagi mahasiswa di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif dan sempitnya lapangan kerja yang tersedia. Berwirausaha perlu dijadikan prioritas utama mahasiswa di samping prioritas keilmuan yang dikuasai dan dikembangkan.

Dalam berwirausaha dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang inovatif, kreatif dan komprehensif. Berbagai jenis usaha dapat dijadikan pilihan dan alternatif. Berwirausaha juga perlu memperhatikan situasi dan kondisi yang berkembang guna mengantisipasi dan merumuskan strategi usaha yang efektif.

Kendala Wirausaha

Bagi mahasiswa, kendala yang menjadi hambatan dalam memulai dan berwirausaha adalah modal. Namun permasalahan modal (finansial) pada dasarnya bisa diatasi dengan berbagai upaya, di antaranya modal keluarga, mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, bantuan pihak kampus maupun bantuan pemerintah.

Kendala utama berwirausaha bagai Ana sebenarnya adalah sikap mental. Seringkali calon wirausahawan muda (mahasiswa) beranggapan bahwa minimnya pengalaman, takut merugi, kurang pede, manajemen waktu dan lain-lain, menjadi alasan keengganan berwirausaha. Bagi mereka cukup dan fokus belajar saja di perguruan tinggi (PT).

Sikap seperti inilah yang membuat dan menjadi kendala menciptakan wirausahawan baru. Sebenarnya prospek mahasiswa dalam berwirausaha sangatlah besar dan potensial. Bayangkan mahasiswa dalam sebuah PT memiliki relasi yang cukup baik dari kalangan mahasiswa, karyawan/dosen hingga masyarakat sekitar. Hal-hal inilah yang kurang disadari.

Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Image mahasiswa sebagai wirausaha nampaknya tidak begitu akrab di telinga civitas akademika maupun masyarakat awam. Mahasiswa terlanjur dicap sebagai kaum intelek, terdidik, aktivis dan demonstran. Gambaran diri mahasiswa sebagai pengusaha masih asing dan jarang terdengar.

Namun secara perlahan “image” tersebut mulai berubah. Saat ini ada kecenderungan bagaimana menyiapkan mental dan keterampilan mahasiswa agar tidak hanya bergantung penuh pada lapangan kerja yang telah ada (baca PNS).

Mencermati hal demikian, pemerintah dan dunia pendidikan (perguruan tinggi) perlu mendorong mahasiswa guna mengembangkan potensi kepemimpinan (leadership), manajerial (managerial), dan intelektualnya (intellectual) dalam berwirausaha.

Berbagai kompetisi, bantuan modal, kerja sama, magang, kunjungan, seminar dan kegiatan yang berkaitan dengan dunia wirausaha perlu digalakkan guna menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran berwirausaha.

Menurut Ana ada beberapa upaya yang perlu dilakukan perguruan tinggi dalam menumbuhkan kesadaran dan mendorong mahasiswa agar berwirausaha. Pertama, menyisipkan materi tentang wirausaha dalam mata kulih tertentu. Kedua, mengadakan kompetisi wirausaha di kampus. Ketiga,melibatkan mahasiswa dalam usaha-usaha yang dirintis PTN/PTS. Keempat, mengadakan program pengabdian masyarakat berbasis wirausaha bagi mahasiswa. Pihak perbankan, pelaku UKM dan pengusaha besar perlu digandeng guna membina dan mengasah jiwa wirausaha mahasiswa serta menyerapnya kelak sebagai mitra usaha.

Sebagai insan terdidik dan agen perubahan, mahasiswa juga perlu memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa agar tidak tenggelam dalam zona nyaman berwirausaha. Mahasiswa, selaku kaum intelek dan agen perubahan, dituntut tidak hanya menjadi insan mandiri dengan keunggulan keilmuan yang dikuasainya, namun juga dituntut menjadi pelaku perubahan.