Patut Ditiru, Hultah NWDI ke-84 Tanpa Sampah

KORANNTB.com – Puncak Acara Hultah NWDI ke-84 di Pancor seminggu yang lalu menyisakan jejak yang harus terus digalakkan. Tidak hanya menyelamatkan lingkungan, bahkan menyelamatkan dunia.

Hultah bukan acara silaturrahim biasa yang didatangi 2-3 kepala dusun beserta rombongan, tetapi acara silaturrahim tahunan yang didatangi masyarakat yang berasal dari berbagai provinsi sebagai perwakilan anjum-anjum Nahdlatul Wathan yang ada.

Ada sedikit perbedaan Hultah kali ini dengan yang lalu, dimana Hultah kali ini Panitia bersama Universitas Hamzanwadi menggagas program “Hultah makin Berkah Bebas Sampah”.

Muhammad Khalqi salah seorang panitia Hultah mengatakan program ini bertujuan untuk memandu masyarakat dalam mengubah gaya hidup dan praktik-praktik mereka dalam meniru siklus alami yang berkelanjutan, dimana semua material yang tidak terpakai lagi dirancang untuk menjadi sumber daya bagi pihak lain untuk menggunakannya.

“Menghilangkan sampah dari awal memerlukan keterlibatan yang intensif terutama dari industri dan pemerintah, karena mereka mermiliki posisi yang lebih kuat daripada individu,” ungkap Doktor Bidang Matematika ini di Pancor, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Menurutnya “Program bebas sampah” pada Hultah kali ini diinisiasi dalam rangka mendukung program NTB Bersih.

“Kabar baiknya, tanggapan masyarakat sangat positif dan berharap tetap menjadi contoh baik pada masa mendatang,” imbuhnya.

Adapun yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Gabungan Pramuka YPH PPD NW Pancor, KSR PMI Unit Hamzanwadi, Relawan PMI Cabang Lotim, PMR Yayasan, Santriwan/santriwati bahkan masyarakat yang hadir.

“Gaya hidup bersih? Nol sampah? Impossible! Mana mungkin manusia tidak menghasilkan sampah..?” Gumamnya.

Sebenarnya gaya hidup bersih ini kata dia tidak se-emosional namanya (Zero Waste). Istilah ini diperuntukkan bagi gaya hidup di mana kita sebisa mungkin mengurangi penggunaan bahan atau material yang mencemari lingkungan. Terutama jika bahan ini hanya sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan plastik, dan rekan-rekan sejawatnya.

“Yuk..Lakukan perlahan, tapi pasti,” ajaknya.

“Hal yang bisa kamu lakukan di awal seperti perbanyak literasi, selalu update informasi terkait seberapa mirisnya permasalahan lingkungan kita ini. Cari tahu lebih banyak bagaimana cara menggalakkan Zero Waste dengan baik. Ayo jadi masyarakat yang pintar!” Pungkas dia. (red)

Link Banner