Kisah Nokia N-Gage, Keren Tapi Hanya Produk Gagal

KORANNTB.com – Vendor asal Finlandia yaitu Nokia adalah perusahaan paling berjasa memperkenalkan ponsel di Indonesia. Bahkan, Nokia-lah yang merintis pertama kali pesan singkat atau SMS.

Pada tahun 2003 Nokia memperkenalkan ponsel gaming miliknya bernama N-Gage. Sebuah ponsel yang sangat menarik dengan kedua tombol yang mengapit layar. Milenial masa itu tergoda dengan kerennya tampilan N-Gage.

Namun, belum laku banyak justru kritikan pedas muncul pada ponsel tersebut. Ponsel itu dinilai hanya bermodal gaya. Banyak sekali permasalahan di ponsel tersebut, mulai dari sering lag, game yang sedikit, komponen luar cepat lepas dan masih banyak lagi.

Link Banner

Nokia berusaha menjawab kritik dengan meluncurkan N-Gage QD pada 2004. Namun alih-alih mendapat respon positif, justru kritikan kembali muncul.

QD yang diubah lebih kecil tampilannya tidak membuat konsumen puas. Banyak masalah muncul di ponsel tersebut. Game yang terlalu sedikit, audio kurang baik, komponen karet sering longgar, mengganti MMC harus mencopot batere dan masih banyak kendala.

Pil pahit kedua lagi dikonsumsi Nokia. Respon negatif serta kritikan berdampak pada melemahnya penjualan N-Gage QD.

Pada Agustus 2005, Nokia kembali memperbaiki citra buruk N-Gage dengan meluncurkan N-Gage QD Silver Edition. Kali ini, Nokia dianggap tidak layak memproduksi ponsel gaming. Lagi-lagi respon negatif. Itu menjadi hari terakhir perkembangan N-Gage.

Meskipun demikian Nokia kembali meluncurkan platform N-Gage 2.0 pada 2007. Layanan tersebut memungkinkan pengguna memain game dengan grafik 3 dimensi namun melalui online menggunakan fitur N-Gage Arena. Sayangnya upaya tersebut gagal mendongkrak kembali ponsel legendaris itu.

Harga Penjualan di Indonesia

Pasca Nokia menghentikan produksi N-Gage pada 2005, ponsel tersebut justru semakin mahal di Indonesia. Ponsel tersebut dijual mahal melebihi harga aslinya dengan alasan tidak lagi diproduksi.

Untuk pecinta ponsel desain gaming, N-Gage layak dibeli meski itu produk gagal. Salah satu alasan adalah koleksi. (red)

(Dikutip dari berbagai sumber)

Link Banner
Link Banner