Mengenal Ailurophobia, Ketakutan Berlebihan pada Kucing

KORANNTB.com – Kucing adalah mamalia karnivora yang menggemaskan. Karenanya, banyak komunitas pemelihara kucing yang selalu merawat kucing kesayangan mereka, namun tidak sedikit juga masyarakat yang memiliki ketakutan pada hewan rumahan ini.

Ketakutan atau phobia berlebihan pada kucing disebut Ailurophobia. Bagi penderitanya, kucing adalah hewan paling menakutkan bagi mereka. Mendengar atau melihat kucing dari dekat, membuat penderita akan kaget dan menghindarinya.

Ada tiga penyebab Ailurophobia yang  membuat penderita sangat ketakutan terhadap kucing. Penyebab pertama penyebab yang sifatnya predisposisi. Ini berkaitan dengan trauma pada kucing, misalnya dulu pernah digigit kucing, dicakar, sehingga pengalaman tersebut membekas hingga dewasa.

Link Banner

Penyebab kedua disebut penyebab aktual, misalnya melihat seseorang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan dari kucing atau mendengarkan cerita menyeramkan tentang kucing.

Kemudian penyebab ketiga disebut penyebab penguat, karena penderita membiarkan masalah itu terus menerus dan menganggap bukan masalah serius namun selalu menghindari kucing. Ini kemudian terus berlanjut dan memperparah phobia.

Gangguan Ailurophobia dapat disembuhkan hanya dengan tekat penderitanya, misalnya dengan menahan diri untuk tidak cemas saat melihat atau bertemu kucing. Melatih kebiasaan itu akan menghilangkan Ailurophobia.

Cara melatih menghilangkan Ailurophobia mula-mula dengan mencoba melihat gambar atau video tentang kucing. Langkah ini perlu dicoba sebelum berinteraksi secara langsung dengan kucing. Usahakan menonton aksi-aksi lucu kucing pada YouTube atau saluran lainnya.

Biasakan terapi tersebut 15 menit sehari, sembari mengatur pernapasan. Tarik napas dan hembuskan perlahan, dan coba lepaskan pikiran buruk dan menakutkan tentang kucing. Sugestikan diri bahwa kucing adalah hewan lucu dan manis.

Kemudian tahap selanjutnya hindari perasaan gelisah, takut saat ketemu kucing. Coba bersikap santai dan rileks. Upayakan memberikan respon biasa pada kucing, misalnya menghindari secara perlahan dan santai, bayangkan diri anda adalah anak bayi yang baru mengenal kucing, sehingga tidak seagresif menghindari kucing.

Tahap berikutnya dengan membuang semua pikiran buruk tentang kucing dan mulai berinteraksi langsung dengan kucing dengan mencoba memberikan makan. Namun itu saat anda sudah mulai tidak takut lagi pada kucing. Jangan sekali berpikir kucing adalah hewan agresif.

Untuk pengobatan lainnya dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi psikologi atau menjalani hipnoterapi. (red)

Link Banner