Daftar Asal dan Riwayat 21 Pasien Corona di NTB
KORANNTB.com – Sejak, Kamis, 9 April 2020 kemarin, jumlah pasien positif Corona di Nusa Tenggara Barat meningkat lebih dari 100 persen. Total kumulatif jumlah pasien 21 orang, dua sembuh dan dua meninggal.
Berdasarkan data yang disampaikan Ketua Pelaksana Harian Gugus TugasProvinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi, Kota Mataram menjadi daerah tertinggi pasien positif Corona.
Kota Mataram dengan jumlah pasien terbanyak dengan total 12 orang, satu sembuh dan dua meninggal dunia.
Lombok Timur berjumlah empat orang, satu telah sembuh, Lombok Barat dua pasien, Lombok Utara satu pasien, Lombok Tengah satu pasien dan Kabupaten Sumbawa satu pasien.
Berikut asal dan riwayat 21 pasien di NTB:
1. Lombok Timur Aikmel, Hj Yuyum (50) pembina Ponpes Al-Kautsar Al-Gontori. Muktamar Internasional Jakarta. Pasien telah sembuh dan kembali ke rumah;
2. Suami, Pemimpin Ponpes Al-Kautsar Al-Gontori. Muktamar Internasional Jakarta;
3. Dasan Agung Mataram. Inisial J (55) riwayat ke Jakarta. Pasien meninggal;
4. Mataram LJ (44) dari Tabligh Akbar Gowa berasal dari Kelurahan Rembiga Kota Mataram;
5. YT (46) Domisili Kekalik Jaya Mataram, Warga Buleleng Bali. Riwayat dari Bogor. Pasien telah sembuh dan pulang;
6. M (44) asal Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pernah berinteraksi dengan pasien 01 asal Lombok Timur;
7. M (59) Pengempel Indah Bertais Mataram. Mengikuti tabligh Akbar di Gowa;
8. H (33) asal Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Tiga tahun kerja di kapal pesiar dan balik dari Amerika ke Lombok;
9. NM (28) perempuan Lombok Timur – Riwayat kontak fisik dengan pasien 01;
10. MI (41) laki-laki asal Lombok Timur – Riwayat kontak fisik dengan pasien 01;
11.Pasien nomor 11, pria berinisial N (65) asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dalam kondisi baik.
12. Pasien nomor 12, perempuan berinisial FBM (38 tahun), penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang yang baru pulang dari daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
13.Pasien nomor 13, pria berinisial LAB, usia 54 tahun, penduduk Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dalam kondisi baik;
14. Pasien nomor 14, inisial RM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Dalam 14 hari sebelum sakit, pasien memiliki riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam kondisi baik;
15. Pasien nomor 15, inisial MA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam keadaan baik;
16. Pasien nomor 16, berinisial SL, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 tidak pernah. Pasien memiliki kontak erat dengan pasien nomor 14. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam keadaan baik;
17. Pasien nomor 17, berinisial KP, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke luar NTB namun suami memiliki riwayat bepergian ke Bali dalam 14 hari terakhir sebelum pasien sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD dalam kondisi baik;
18. Pasien nomor 18, berinisial YRW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien Positif Covid-19 nomor 04. Riwayat bepergian ke luar NTB selama 14 hari sebelum sakit tidak pernah. Pasien meninggal setelah dirawat di RSUD Kota Mataram;
19. Pasien nomor 19, berinisial AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini kondisinya baik;
20. Pasien nomor 20, berinisial MZ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kecamatan Cakra Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dalam kondisi baik;
21.Pasien nomor 21, berinisial D, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Monjok, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 05. Saat ini tinggal di Wisma Nusantara untuk karantina dan dalam kondisi baik;
Kenaikan jumlah pasien karena sebagian besar pasein merupakan pasien cluster Gowa yang mengikuti tabligh akbar di tengah ancaman pandemi.
NTB juga kini telah memiliki alat SWAB sendiri, sehingga tidak perlu lagi menanti informasi atau hasil laboratorium di Jakarta. (red)
Foto: Petugas YBS siap melakukan disinfektan/istimewa
