KORANNTB.com – Belum ada tanda-tanda musim kemarau segera berganti dengan musim hujan. NTB saat ini masih dalam kondisi kemarau panjang hingga pertengahan Oktober 2023 saat ini.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Afriyas Ulfah menjelaskan curah hujan di NTB pada dasarian II Oktober 2023 (11-20 Oktober) masuk dalam kategori rendah.

“Sifat hujan pada dasarian II Oktober 2023 di wilayah NTB seluruhnya pada kategori Bawah Normal (BN),” katanya dalam siaran pers, Jumat 20 Oktober 2023.

Link Banner

NTB masuk dalam kategori ekstrem panjang hingga lebih dari 60 hari tanpa hujan. Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang dipantau berada di Asakota Kolo, Kota Bima selama 174 hari tanpa hujan.

Hasil Monitoring ENSO terakhir  menunjukkan indeks ENSO (+1.57), sedangkan IOD sebesar (+2.15). Kondisi IOD positif diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023 Sedangkan El Nino moderat diprediksi terus bertahan hingga Februari 2024.

IOD adalah selisih suku muka air laut di Samudra Hindia bagian barat seperti Laut Arab dan timur Afrika dengan Samudra Hindia bagian timur yaitu sekitar Indonesia bagian barat. Atau dengan kata lain IOD dapat diartikan suatu fenomena naik turunnya suhu permukaan laut dalam periode tidak teratur yang melibatkan perubahan antara fase-fase suhu hangat dan dingin, terutama mempengaruhi bagian barat dan timur samudra tersebut.

IOD dan El Nino memiliki kesamaan, hanya saja beda samudra. IOD di Samudra Hindia atau barat Indonesia dan El Nino (ENSO) di Samudra Pasifik bagian tengah atau di timur Indonesia.

Selain itu angin juga melemah sehingga membuat kondisi NTB seperti sangat terpanggang.

“Aliran massa udara di wilayah Indonesia masih didominasi oleh angin timuran. Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang melemah,” ujar Afriyas Ulfah.

Sementara kondisi Ssuhu muka laut di wilayah Indonesia umumnya menunjukkan kondisi lebih dingin. Kondisi ini yang membuat lautan sulit menguap hingga tidak ada awan hujan yang terbentuk.