KPUD NTB Bersihkan Data Anomali Sirekap
Sehingga, data seperti itu yang bikin heboh di masyarakat. Serta bikin gaduh.
“Sehingga kami bersihkan data-data seperti itu,” sambung dia.
Lebih lanjut Halidy mengakui, pihaknya tidak hanya data seperti itu yang dikelola. Ada juga foto yang di-upload KPPS kurang begitu akurat, dari pencahayaannya, dari kameranya, di sana ada keburaman dan ada sama sekali blank.
“Enggak bergambar. Nah ini, tentunya butuh peng-upload-an kembali, nanti akan dilaksanakan di pleno PPK,” katanya.
Rapat pleno tingkat PPK, dari sebelumnya akan dilaksanakan pada Senin, 19 Februari 2024, harus ditunda. Rapat Pleno baru akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Februari 2024 (hari ini, red).
“Ditunda karena memang secara data belum siap. Kami ingin menyajikan data yang benar-benar sudah siap,” katanya.
Setidaknya meskipun tidak sampai 100 persen. Setidaknya data-data yang anomali, data yang absurd hilang dari Sirekap.
“Yang memungkinkan asumsi yang tidak baik. Ya kita sudah sisir itu,” katanya.
Jadi ketika rapat pleno digelar, PPK tinggal menyajikan data-data yang kalaupun ada kesalahan yang ringan-ringan saja.
“Operator kami sedang bekerja mengakuratkan atau mensinkronisasikan data Sirekap dengan foto yang di-upload di TPS oleh petugas KPPS,” katanya.
Ia menambahkan, data Sirekap hanya quick count yang bersifat hanya sebagai alat bantu.
“Real count-nya pleno secara berjenjang mulai dari TPS, kecamatan, hingga kabupaten. Sehingga data Sirekap tidak jadi acuan untuk euforia kemenangan sebelum pleno, tapi sebatas hanya alat bantu saja,” tandas Halidy.