TKW Disiksa di Riyadh Dipulangkan, Suami Korban: Terima Kasih Gubernur NTB
KORANNTB.com – Heri Herpandi, suami dari Siti Hadijah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Tengah yang mengalami penyiksaan di Arab Saudi, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur NTB dan semua pihak yang telah membantu perjuangan pemulangan istrinya ke Tanah Air.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang membantu istri saya pulang ke Indonesia, juga kepada para sahabat saya, serta Mamik Tajir dan adik saya Apriadi Negara. Tanpa mereka dan Pak Gubernur, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Heri, Senin, 14 Juli 2025.
Heri mengatakan selama hampir dua bulan dirinya merasa bingung harus mengadu ke mana, setelah mendapat kabar dari istrinya yang mengaku disiksa di Riyadh. Ia juga menyebut kondisi anak mereka terganggu secara psikis karena mengetahui penderitaan ibunya di luar negeri.
“Terima kasih Gubernur NTB atas bantuannya terhadap istri saya yang mengalami penyiksaan fisik di Riyadh. Saya dan keluarga sangat bersyukur atas bantuan ini, karena saya hampir dua bulan tidak tahu harus melakukan apa. Anak saya juga sangat terganggu secara psikis,” ujarnya.
Siti Hadijah sebelumnya diberangkatkan ke Riyadh secara nonprosedural pada akhir April 2025. Ia dijanjikan bekerja sebagai petugas kebersihan, namun setibanya di Arab Saudi justru ditempatkan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Dalam pengakuannya, Siti beberapa kali dipindahkan dari satu majikan ke majikan lain karena kendala bahasa dan masalah kesehatan. Saat meminta dipulangkan, ia justru dihukum berdiri dari pukul 8 pagi hingga 6 sore setiap hari selama satu bulan, tidak diperbolehkan duduk, dan tidak diberi air minum.
Setelah kasus ini mencuat, KBRI Riyadh turun tangan dan menemui langsung Siti di kantor perusahaan penyalur tenaga kerja. KBRI memastikan kondisinya sehat dan saat ini tengah diproses untuk pemulangan ke Indonesia. Selama menunggu keluarnya exit visa, Siti ditempatkan di shelter Labour Office Arab Saudi.
Heri berharap proses pemulangan istrinya bisa berjalan lancar dan segera berkumpul kembali bersama keluarga. Ia juga berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap praktik perekrutan tenaga kerja ilegal ke luar negeri.