KORANNTB.com – Seorang anak yang dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir di Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Muhamad Ikbal alias Gito (11) ditemukan pada Kamis (11/12) malam sekitar pukul 22.40 WITA, berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi awal ia terbawa arus.

Sebelumnya, hujan deras disertai petir dan angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Bima sejak pukul 13.03 hingga 15.20 WITA. Hujan intensitas tinggi ini menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yakni Monta, Bolo, dan Madapangga.

Di Kecamatan Monta, tercatat 53 KK atau 172 jiwa terdampak banjir di Desa Tolouwi. Jalan sepanjang 180 meter di Desa Simpasai juga ikut terendam air dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter. Sementara itu, di Desa Dena, Kecamatan Madapangga, sebanyak 35 KK atau 112 jiwa terdampak.

Korban Ikbal sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus banjir saat bermain di sekitar aliran sungai Desa Kananga. Laporan hilangnya korban masuk ke BPBD dan Tim SAR gabungan pada Kamis sore sebelum akhirnya dilakukan pencarian intensif hingga malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, mengatakan pihaknya langsung merespons dengan mengerahkan tim dan melakukan koordinasi lintas lembaga. “Kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan stakeholder lain untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat,” ujarnya.

Tim gabungan melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan oleh warga. Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, mengatakan upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh. “Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Desa Kenanga,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Ditemukan dengan jarak sekitar 2 kilometer arah timur dari lokasi kejadian. Selanjutnya kami lakukan evakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga,” tambah Darwis.

BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat sebagian wilayah NTB telah memasuki musim hujan. “Potensi hujan signifikan masih akan terjadi, sehingga masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan banjir bandang, angin kencang, tanah longsor, serta menjaga kebersihan aliran air,” kata Ahmadi.

Banjir di sejumlah wilayah di Bima dilaporkan telah surut, namun BPBD NTB menegaskan perlunya antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.