Banjir Rendam Sekotong, 570 KK Terdampak dan Satu Warga Meninggal
KORANNTB.com — Banjir melanda wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 13 Januari 2026. Peristiwa ini menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak serta menelan satu korban jiwa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi, mengatakan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan berlangsung selama beberapa jam.
“Banjir terjadi pada Selasa siang hingga malam hari, sekitar pukul 15.00 sampai 19.00 WITA. Hujan merata dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan air sungai meluap,” kata Ahmadi, Selasa malam.
Ia menjelaskan, wilayah terdampak berada di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong. Di Desa Persiapan Pengantap, sebanyak 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, di Desa Persiapan Blongas, banjir menyebabkan satu orang warga meninggal dunia. Korban diketahui bernama Nurinah, perempuan berusia 69 tahun.
“Kami mencatat satu korban jiwa di Desa Persiapan Blongas atas nama Ibu Nurinah, usia 69 tahun,” ujarnya.
Ahmadi menyebutkan, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen di lokasi terdampak.
“Saat ini tim BPBD Kabupaten Lombok Barat sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan assessment, sementara BPBD Provinsi NTB menyiapkan logistik serta peralatan bagi warga terdampak,” katanya.
Personel gabungan yang terlibat dalam penanganan bencana antara lain TRC-PB BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI, Polri, aparatur desa, serta masyarakat setempat.
Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak-anak.
Ahmadi menambahkan, kondisi banjir di sejumlah titik saat ini mulai berangsur surut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat sebagian besar wilayah NTB telah memasuki musim hujan.
“Potensi hujan masih cukup signifikan dalam tujuh hari ke depan. Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit aliran air serta mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
