KORANNTB.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan dalam sepekan ke depan. Kondisi cuaca ini dipicu oleh dinamika atmosfer berupa penguatan Monsun Asia serta keberadaan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Kepala BMKG Prof. Dr. Teuku Faisal Fathani mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, terjadi penguatan aliran massa udara dari Benua Asia yang bergerak menuju wilayah Indonesia. Aliran tersebut disertai peningkatan kecepatan angin dari Laut Cina Selatan yang mengarah ke selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

“Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, terjadi penguatan Monsun Asia yang disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa,” kata Teuku Faisal Fathani.

Ia menjelaskan, pola aliran angin tersebut memperkuat pembentukan daerah konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga wilayah Nusa Tenggara. Kondisi ini berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi memicu curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Pola aliran angin ini memperkuat pembentukan daerah konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga wilayah Nusa Tenggara yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” ujarnya.

Selain penguatan Monsun Asia, BMKG juga mencermati keberadaan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat. Fenomena tersebut turut memengaruhi sirkulasi angin regional dan memperkuat proses perlambatan serta pengangkatan massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat turut mempengaruhi sirkulasi angin regional, sehingga memperkuat perlambatan dan pengangkatan massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan,” kata Teuku.

Menurutnya, kombinasi antara penguatan Monsun Asia dan daerah tekanan rendah tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, meliputi Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada periode 12 hingga 14 Januari 2026. Pada rentang waktu tersebut, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Perlu diwaspadai peningkatan potensi hujan sedang, lebat hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara terutama pada periode tanggal 12–14 Januari 2026, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di daerah rawan,” ujarnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi sejak dini. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan drainase, serta memperhatikan kawasan rawan longsor dan banjir.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi, seperti peningkatan kewaspadaan masyarakat, pemantauan kondisi sungai, drainase, daerah rawan longsor dan banjir serta koordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalkan potensi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi,” kata Teuku Faisal Fathani.

BMKG juga menyampaikan bahwa informasi lebih rinci mengenai potensi hujan hingga satu pekan ke depan telah disampaikan dalam lampiran prakiraan cuaca dan dapat dimanfaatkan sebagai acuan oleh pemerintah daerah serta pihak terkait dalam pengambilan langkah antisipatif.