KORANNTB.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB menggelar Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara di Paruga Na’e, Kota Bima, Rabu, 4 Maret 2026.

Kepala Kanwil Kemanag NTB, Zamroni Aziz, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib guru madrasah swasta agar dapat diangkat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Saya akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib bapak dan ibu untuk menjadi ASN PPPK,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zamroni juga menyampaikan pesan kepada 828 PPPK di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bima. Ia meminta para PPPK bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, serta menjaga nama baik institusi.

“Pertama, bekerjalah dengan baik. Kedua, bekerjalah dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, jagalah nama baik Kementerian Agama yang kita banggakan ini,” pesannya.

Ia menjelaskan, proses pendataan PPPK yang sebelumnya sempat mengalami kendala kini sedang dalam tahap perbaikan.

“Tugas kami di Kanwil sudah selesai. Sekarang sedang ada proses pendataan terhadap hal-hal yang sebelumnya bermasalah. Insyaallah ke depan tidak ada lagi pekerjaan rumah bagi kita di Kementerian Agama,” tutur Zamroni.

Menanggapi aspirasi Asosiasi Guru Madrasah Swasta, Zamroni menyebut aspirasi tersebut telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan saat ini sedang berproses.

“Tidak ada yang kebetulan. Segala yang terjadi adalah takdir Allah. Guru madrasah swasta sedang mengejar takdir. Kami mendukung langkah teman-teman guru swasta, dan Insyaallah Presiden akan mengiyakan perjuangan teman-teman,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada guru madrasah swasta atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

“Guru madrasah swasta adalah guru-guru hebat. Kalau mereka tidak hebat, tidak mungkin melahirkan kanwil seperti saya, melahirkan kepala kantor,” tuturnya.

Dalam pembinaan tersebut, Zamroni mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Di tengah masyarakat kita harus serba bisa. Kita harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan umat di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Menjelang musim mudik Lebaran 2026, ia berharap setiap kabupaten memiliki program masjid ramah mudik guna mendukung kenyamanan pemudik.

“Pada musim Lebaran tahun ini, kami mengharapkan setiap kabupaten memiliki minimal satu masjid ramah mudik. Hal ini penting untuk membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat,” ujarnya.

Zamroni juga mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Boleh organisasi kita berbeda, tetapi kita harus menjaga hubungan dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Kita jaga komunikasi untuk menjaga hubungan baik kita di tengah masyarakat,” tutupnya.