AMSI NTB Perkuat Tata Kelola dan Bisnis Media di Tengah Disrupsi Digital
KORANTB.com — Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2026 di RUBIC (Ruang by Inside Creative), Inside Lombok, Jalan Angsoka II No. 2, Mataram, Sabtu (24/10/2026).
Mengusung tema “AMSI NTB Kuat, Media Tumbuh Sehat”, Rakerwil menjadi forum konsolidasi pengurus periode 2026–2030 untuk merumuskan program kerja dalam menghadapi disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta tantangan keberlanjutan bisnis media siber di tingkat lokal.
Ketua AMSI NTB, Sirtupillaili, mengatakan industri media tengah menghadapi transformasi besar akibat perkembangan teknologi digital dan AI. Kondisi tersebut menuntut perusahaan media untuk beradaptasi, baik dari sisi tata kelola kelembagaan maupun model bisnis.
Menurut Sirtu, terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi media saat ini, yakni krisis model bisnis akibat dominasi platform global, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta disrupsi algoritma media sosial dan maraknya konten AI berkualitas rendah atau content mill.
“Kompleksitas tantangan kian bertambah di tingkat lokal. Banyak media siber lahir tanpa struktur organisasi yang matang, belum berbadan hukum jelas, hingga belum terverifikasi Dewan Pers. Di sisi lain, persaingan makin ketat dan alokasi anggaran kerja sama dari instansi pemerintah maupun swasta kian terbatas,” ujar Sirtu.
Menghadapi tantangan tersebut, AMSI NTB mendorong perusahaan media siber untuk tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan atau pageviews, tetapi juga membangun keberlanjutan bisnis media (media sustainability) yang bertumpu pada kualitas, nilai, dan kepercayaan publik.
Upaya tersebut perlu didukung legalitas badan hukum, transparansi keuangan, serta pemenuhan standar profesionalisme melalui verifikasi Dewan Pers. Dari sisi redaksi, media lokal juga didorong memperkuat strategi hyperlocal dengan menghadirkan jurnalisme berdampak (impact journalism) dan memanfaatkan AI secara etis sebagai alat bantu produktivitas.
“Media siber juga harus berani mendiversifikasi pendapatan, tidak hanya bergantung pada iklan konvensional atau anggaran humas pemda. Model bisnis alternatif seperti penyelenggaraan event, riset lokal, jasa multimedia, hingga membership harus mulai digarap,” katanya didampingi Sekretaris AMSI NTB, Hery Mahardika.
Susun Program Kerja Lima Bidang
Dalam Rakerwil tersebut, para kepala bidang memaparkan rencana program kerja untuk periode kepengurusan 2026–2030. Penyusunan program mengacu pada 10 poin rekomendasi Konferensi Wilayah (Konferwil) III yang dirangkum dalam tiga pilar utama, yakni tata kelola organisasi dan keanggotaan, penguatan kelembagaan, serta profesionalisme dan penguatan bisnis media.
Pada pilar tata kelola organisasi dan keanggotaan, AMSI NTB merencanakan pemutakhiran data anggota, seleksi keanggotaan baru, pengelolaan iuran, serta konsolidasi internal secara berkala setiap tiga bulan.
Sementara itu, penguatan kelembagaan diarahkan pada pengadaan dan penataan sekretariat fisik AMSI NTB sebagai pusat koordinasi organisasi.
Pada pilar profesionalisme dan penguatan bisnis, program yang direncanakan meliputi fasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) minimal satu kali selama periode kepengurusan, pendampingan verifikasi Dewan Pers, serta pengembangan kemitraan bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B).
Program-program tersebut selanjutnya didistribusikan ke dalam lima bidang kepengurusan AMSI NTB periode 2026–2030.
Bidang Organisasi dan Keanggotaan berfokus pada konsolidasi internal, penataan anggota, dan pengawalan proses verifikasi Dewan Pers. Bidang Teknologi dan Informasi diarahkan pada pemanfaatan infrastruktur AI yang aman dan etis, edukasi publik melalui media sosial organisasi, serta pelatihan keamanan siber.
Bidang Bisnis dan Kemitraan akan mengembangkan skema kemitraan B2B serta melakukan pendekatan kepada mitra dari sektor swasta maupun pemerintah. Bidang Advokasi dan Regulasi Media berfokus pada penguatan advokasi untuk melindungi kepentingan perusahaan pers anggota serta pelatihan keselamatan jurnalis.
Adapun Bidang Pendidikan dan Litbang diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta fasilitasi pelaksanaan UKW.
Melalui Rakerwil 2026, AMSI NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong tata kelola perusahaan pers yang profesional, memperluas peluang bisnis, serta melindungi kepentingan media anggota.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan media siber di Nusa Tenggara Barat agar tetap independen, profesional, dan berkelanjutan secara finansial di tengah perubahan ekosistem digital.
