KORANNTB.com – Warga Desa Pohgading Lombok Timur membalas spanduk imbauan Kodim 1615/Lotim yang meminta warga diam di rumah.

Sebelumnya, spanduk Kodim 1615/Lotim dipasang di pagar Masjid An-Nur Desa Pohgaing, yang meminta warga untuk diam di rumah agar memutuskan penyeberan Coronavirus COVID-19.

Uniknya, spanduk tersebut bertuliskan imbauan agar warga diam di rumah atau terbaring di IGD rumah sakit dan fotonya terpampang di buku yasin.

Menanggapi spanduk tersebut, belasan pemuda desa memasang spanduk tandingan yang mengatakan tidak menolak masjid ditutup, namun pemerintah diminta adil juga untuk menolak TKA China di Dedalpak Pohgading dan meminta tutup tambang besi.

“Demi keselamatan masyarakat, kami tidak menolak masjid ditutup. Tapi Anda harus konsisten tutup juga tambang besi dan usir orang-orang China dari Dedalpak,” tulis spanduk yang ditempel bersebelahan dengan spanduk imbauan Kodim 1615/Lotim.

Bahkan, spanduk tersebut bertagar #KamiTidakPekel. Spanduk ditempel pada Sabtu, 4 April 2020.

Warga meminta pemerintah konsisten menutup aktivitas perusahaan pasir besi di Dedalpak yang melibatkan pekerja asing.

Menurut mereka, demi kesalamatan masyarakat, jika masjid harus ditutup, maka pemerintah juga harus menutup aktivitas perusahaan tambang pasir besi, termasuk mengusir para TKA asal China yang saat ini masih tetap bekerja di wilayah pesisir Pantai Dedalpak. (red)