KORANNTB.com – Ratusan warga Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menggeruduk masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Senin malam, 6 Juli 2020.

Massa mengambil paksa jenazah pasien yang terkonfirmasi positif Corona.

Kedatangan massa yang membludak membuat petugas medis tidak dapat berbuat apa-apa. Jenazah terpaksa diserahkan.

Pihak keluarga dan massa dikabarkan tidak ingin jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19. Karena, jenazah sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalulintas disenggol dum truk. Namun, saat dibawa di rumah sakit, sesuai SOP akan jalani SWAB dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Camat Gunungsari, Muhamad Mudasir, mengatakan ia mengetahui warga berbondong-bondong ke rumah sakit dari kepala desa setempat. Ia bersama TNI-Polri dan Gugus Tugas Kecamatan bergegas ke rumah sakit.

“Kronologisnya jelang magrib saya ditelpon sama Kepala Desa Mekarsari. Bahwa ada warga berbondong-bondong datang ke rumah sakit kota karena ada warga positif. Akhirnya kami meluncur sama Kapolsek, Danramil dan Gugus Tugas Kecamatan,” katanya.

Ia telah berusaha mengimbau warga agar tidak mengambil paksa jenazah karena berpotensi menularkan virus, namun massa yang semakin bertambah jumlah membuat imbauan tak diindahkan.

“Jadi ada keinginan dari pihak keluarga supaya jenazah itu dibawa pulang. Tapi kami coba memberikan nasihat dan sebagainya terkait Covid-19. Diikuti separuh,” ujarnya.

Ia bersama Gugus Tugas kemudian meminta masyarakat agar memandikan jenazah menggunakan APD lengkap dan tidak lebih dari 10 orang. Salat jenazah pun harus sesuai protokol Covid-19 dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Kami menolak, tapi gelombang warga datang semakin banyak, kami didesak terus. Akhirnya kami Gugus Tugas Kecamatan, membijaksanai bisa dimandikan menggunakan APD lengkap dan terbatas 10 orang. Kemudian waktu salat jenazah tetap atur jarak dan pakai masker,” jelasnya. (red)