Alarm Bahaya Hubungan Arab Saudi dan AS
KORANNTB.com – Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Arab Saudi menggenjot produksi minyak di tengah ancaman krisis global.
Alih-alih menuruti keinginan Biden, Arab Saudi justru mengurangi produksi minyak, di tengah permintaan AS untuk mempersiapkan pemilu paruh waktu bulan depan.
Arab Saudi melalui negara-negara pengekspor minyak bumi yang disebut Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC dan negara-negara sekutunya yang sering disebut OPEC+, justru mengurangi pasokan minyak sebesar 2 juta barel per hari. Pengurangan produksi minyak akan dimulai pada November ini.
Ini menimbulkan ketegangan antara AS dan Arab Saudi. Amerika Serikat menuding Arab Saudi sengaja membantu Rusia agar harga minyak naik.
Dengan demikian minyak Rusia diuntungkan, sehingga pendapatan Rusia bertambah. Ini menguntungkan Rusia di tengah perang dengan Ukraina.
AS mempertimbangkan akan menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi akibat kisruh minyak. (red)
Foto: Raja Salman (fimela.com)
