Pimpinan Golkar Lombok Tengah, Nursiah Berikan Instruksi Khusus! Tekankan Konsolidasi dan Pakta Integritas Kader
KORANNTB.com – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Lombok Tengah, H. Muhamad Nursiah, menegaskan bahwa seluruh pengurus dan kader memiliki kewajiban moral dan struktural untuk membesarkan partai.
Penegasan ini disampaikan menyusul diterimanya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD II Golkar Lombok Tengah yang baru.
Nursiah menyampaikan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah memperkuat internal partai melalui dua aspek utama: konsolidasi dan tertib administrasi.
Menurut Nursiah, kekuatan partai dimulai dari komitmen tertulis dan kerja nyata di lapangan. Ia mendorong lahirnya pakta integritas sebagai landasan formal perjuangan kader.
“Pertama, kita penting melakukan konsolidasi internal untuk menghasilkan pakta integritas. Ini akan menjadi bukti formal yang harus kita wujudkan dalam kerja nyata partai. Kedua, penguatan tugas sekretariatan secara langsung menjadi wujud komitmen kita dalam berorganisasi,” ujar Nursiah.
Selain penguatan internal, Nursiah juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepemimpinan periode sebelumnya. Evaluasi ini akan dilakukan secara terjadwal untuk menyusun strategi yang lebih efektif ke depan.
Nursiah memberikan instruksi khusus kepada para anggota legislatif dari Fraksi Golkar. Ia menekankan agar jabatan di dewan digunakan sebagai instrumen untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh pengurus tidak hanya bergantung pada sosok ketua, melainkan harus bahu-membahu dengan semangat gotong royong.
“Kami harapkan semua pengurus menjadikan Golkar sebagai ladang amal ibadah. Jangan terpaku pada ketua saja, semua harus bekerja sama membesarkan partai,” tambahnya.
Mengenai peta politik daerah, Nursiah menegaskan bahwa Golkar tetap menjaga hubungan harmonis dengan partai politik lain. Golkar Lombok Tengah juga menyatakan terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi kader baru.
Saat disinggung mengenai target pada Pemilu 2029, Nursiah memilih untuk tetap realistis dan berbasis data. Ia menyatakan akan menjadikan perolehan suara pada pemilu sebelumnya sebagai acuan utama dalam menyusun strategi kegiatan partai ke depan.
“Kami tidak ingin berspekulasi (soal target 2029). Terpenting, perolehan suara sebelumnya akan kami jadikan acuan strategis dalam perencanaan kegiatan partai,” pungkasnya.
