KORANNTB.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Pulau Lombok dan Bima pada 26 Juni hingga 4 Juli 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Satria Topan Primadi, mengatakan fenomena pasang air laut maksimum berpotensi memicu banjir rob di sejumlah kawasan pesisir, bantaran sungai, serta daerah yang memiliki elevasi lebih rendah.

“Potensi banjir rob berlaku mulai 26 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 4 Juli 2026 pukul 20.00 WITA. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pasang air laut maksimum,” kata Satria Topan Primadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Lembar diperkirakan mengalami cuaca cerah hingga hujan ringan dengan angin bertiup dari timur hingga selatan berkecepatan 5-20 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 0,5-2,5 meter, sementara pasang maksimum mencapai 2 meter yang diperkirakan terjadi pada pukul 07.00-13.00 WITA.

Sementara itu, di wilayah Sape, kondisi cuaca juga diprakirakan cerah hingga hujan ringan. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5-20 knot dan tinggi gelombang 0,5-2,5 meter. Pasang maksimum diperkirakan mencapai 1,9 meter pada pukul 07.00-15.00 WITA.

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob. Di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Di Pulau Sumbawa meliputi Kabupaten Sumbawa dan Labuhan Badas. Sedangkan di wilayah Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun wilayah dataran rendah agar tetap waspada dan siaga terhadap potensi genangan akibat banjir rob serta mengikuti informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG.