Sambangi TPQ yang Minim Fasilitas, Baiq Diyah Serap Aspirasi

Lombok Barat – Senator RI asal NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi kembali mengunjungi masyarakat. Kali ini dia mengunjungi Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Ulul Albab, di Desa Sedau, Narmada, Lombok Barat, Selasa, 23 Oktober 2018.

 

Baiq Diyah menyerap aspirasi masyarakat di sana. Dia hadir Bersama rombongan berjumlah 25 orang.  Baiq Diyah menyerap aspirasi dari pengurus TPQ hingga murid yang menimba ilmu di TPQ tersebut.

 

Pendiri sekaligus pengurus TPQ Ulul Albab, Saiful Rahman, mengaku kaget dengan kedatangan senator sekaligus Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) NTB itu. Pasalnya, sejak TPQ tersebut didirikan beberapa tahun silam baru kali ini dikunjungi oleh pejabat negara.

 

Saiful mengungkapkan, untuk biaya operasional TPQ tersebut berasal dari arisan para pengurus dan secara swakelola. Kondisi TPQ ini memang sangat sederhana dan minim fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Bahkan untuk masjid dan mushola pun tidak dimiliki. Para siswa dan pengurus TPQ terpaksa berjalan beberapa kilometer menuju masjid terdekat.

 

Namun keterbatasan fasilitas tersebut tidak menyurutkan Saiful Rahman dan pengurus lainnya untuk meningkatkan sarana. Dalam waktu dekat dari hasil pengumpulan arisan akan dibangun mushola sehingga bisa digunakan oleh para anak didik serta pengurus TPQ dan masyarakat sekitar.

 

“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Ibu Baiq Diyah. Inilah kondisi kami, semua serba terbatas, untuk menunjang operasional kami biasanya urunan dan melalui arisan, dana yang terkumpul nanti akan kami bangun mushola,” ucapnya.

 

Baiq Diyah yang melihat langsung TPQ tersebut cukup prihatin. Letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan juga menjadi faktor belum tersentuhnya bantuan ke TPQ. Namun Baiq Diyah berharap keterbatasan tersebut tidak menjadi penghambat untuk mencetak insan yang beriman dan bertaqwa sejak usia dini. Baiq Diyah mendorong para perempuan yang berada di TPQ untuk menjalankan usaha kecil. Ia mengatakan meski berada di pelosok, setidaknya perempuan secara khusus memiliki kegiatan yang dapat menghasilkan. Sehingga mampu menopang kebutuhan sehari-hari.

“Ada baiknya perempuan di sini membuka usaha kecil kecilan nanti dari hasil usaha itu bisa menjadi penopang untuk kebutuhan sehari-hari, saya yakin pasti bisa, tetap semangat walaupun dalam keterbatasan,” ujar nya memberikan motivasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *