Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Masyarakat  di Pulau Lombok

Penulis : Moh. Ferdi Ratim (Mahasiswa UIN MATARAM)

KORANNTB.com – Saat ini seluruh dunia telah dihebohkan oleh suatu penyakit menular yang disebut covid-19.  Siapa sih yang tidak kenal dengan covid-19? Virus ini hobinya jalan-jalan sehingga virusnya menyebar keseluruh  dunia serta mengakibatkan banyak korban yang terinfeksi bahkan sampai meninggal dunia. Virus  ini merupakan suatu jenis virus yang sangat berbahaya, karena dapat mengakibatkan kematian serta dapat menular dengan cepat.

Virus ini berasal dari Wuhan China  pada bulan Desember 2019 lalu, yang kini sudah menyebar hampir keseluruh dunia, sehingga mengakibatkan jutaan manusia yang terkena virus tersebut.  Gejala dari virus ini berawal dari flu biasa dan gangguan pada pernafasan. Dan kini sudah menjadi pandemi yang sudah melanda ke seluruh dunia.

Link Banner

Dampak dari covid-19 ini mengakibatkan terganggunya suatu kegiatan perekonomian suatu Negara yang dapat menjadi permasalahan yang sangat fatal (krisis moneter),  terutama di daerah terpencil seperti kawasan Lombok NTB. saat ini masyarakat Lombok sedang mengalami krisis moneter yang lumayan dahsyat, dikarnakan karena perekonomiannya sudah sangat memburuk.

Dilihat dari sisi pariwisata, dengan adanya penyebaran Covid-19, wisatawan asing akan enggan untuk bepergian keluar dari negaranya sampai negara-negara tujuan pariwisata dinyatakan aman, sehingga pemasokan masyarakat jadi tidak ada, dan juga segala bentuk aktivitass ekonomi dibatasi, sehingga masyarakat yang kebiasaanya melakukan kegiatan ekonomi di luar menjadi tidak bila produktif lagi, dan juga sumber perekonomian terbesarnya yang  berasal dari wisatan dari luar juga sudah sepi sehingga kebanyakan masyarakat mengalami pengangguran dan hanya mengandalkan bantuan dari pemerinta.

Dampak  Covid-19 di dunia pariwisata pun, saat ini mulai terasa dengan banyaknya pegawai hotel yang mulai cuti. Misalnya, sebanyak 1.320 karyawan dari 17 hotel di Kabupaten Lombok Barat, karena sudah tidak ada lagi tamu yang menginap sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, menyebutkan ada tujuh hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu. Dengan melakukan Kebijakan untuk merumahkan karyawan, dengan harapan supaya virus tidak menyebar luas dan mmelindungi para karyawannya, kata KDPKLB. Wabah ini sudah sangat merugikan perekonomian dunia, dan sampai saat ini masih berkelansungan, dan kita Cuma bias berdoa dan berharap semoga wabah ini segera berakhir.

Link Banner