Jarot-Mokhlis Resmi Ajukan Sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi

KORANNTB.com – Selisih tipis kekalahan paslon no urut 5 Jarot-Mokhlis pada pilkada Sumbawa 2020 berujung di MK. Berdasarkan Surat Keputusan KPU Sumbawa nomor 716/HK.03.1-Kpt/5204/02/KPU-Kab/XII/2020, Mo-Novi meraih 69.683 suara. Disusul Paslon nomor urut 5 H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis (Jarot-Mokhlis) dengan 68.801 suara. Dari perolehan suara ini, Mo-Novi unggul 882 suara dari Jarot-Mokhlis.

Diketahui Kuasa Hukum Jarot- Mukhlis telah memasukkan berkas permohonan gugatan termasuk kesempatan perbaikan permohonan sudah ke Mahkamah  Konstitusi (MK).

“Permohonan di MK adalah salah satu hak pemohon yang diberikan UU dalam rangka mencari kebenaran dan keadilan hukum pemilihan atau kontestasi demokrasi di daerah,” imbuh DA Malik yang merupakan seorang di antara Kuasa Hukum Jarot-Mohklis kepada koranntb.com, Kamis, 24 Desember 2020.

Terlebih kata dia selisih antara pemohon dalam hal ini paslon no urut 5 Jarot-Mohklis dengan paslon no urut 4 Mo-Novi hanya 0.4 persen.

“Kami berharap semua pihak untuk tetap menghormati upaya yang ditempuh oleh paslon Jarot-Mokhlis,” tegasnya.

Di samping itu ujar DA, pemohon juga meminta kepada para pendukung untuk tetap tenang dan menanti  keputusan dari MK. (red)