Jadi Ketua BPPD NTB, Ari Garmono Ngaku Siap Tidak Digaji

KORANNTB.com – Kisruh kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, ditanggapi santai oleh Ketua BPPD NTB, Ari Garmono.

Polemik tersebut muncul atas posisinya sebagai Ketua BPPD sementara di saat yang sama masih aktif bekerja di Kantor Pos Indonesia cabang Mataram.

Ia menegaskan, dirinya terpilih sebagai Ketua BPPD NTB sudah melalui mekanisme dan prosedur yang ada terkait kepariwisataan.

“Saya diangkat menjadi bagian dari BPPD NTB sudah sah menurut aturan perundang-undangan, tidak ada yang melanggar hukum, saya bukan pengurus partai politik,” tegas Ari Garmono, Sabtu malam, 20 Maret 2021 dalam Kegiatan Diskusi Publik Soal Pariwisata yang di selenggarakan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan NTB, di De’ Datu Caffe Mataram.

Ari mengklaim selama ini ia memang aktif di dunia pariwisata, meski menjadi karyawan BUMN. Sehingga soal pembagian waktu kerja antara Pos Indonesia dan BPPD NTB bisa diatasi.

“Sebelum diangkat jadi bagian dari BPPD, saya sudah banyak lakukan hal-hal terkait pariwisata. Jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan soal kinerja, buktinya setiap kegiatan dan event-event pariwisata saya selalu hadir,” ujarnya.

Ia menegaskan, kalau pun hal ini menjadi polemik berkepanjangan maka dirinya akan mengajukan cuti besar ke Kantor Pos Indonesia Cabang Mataram. Hal ini dilakukan untuk fokus mengurus BPPD NTB dan membangun pariwisata daerah ini.

“Ini aja mau mengambil Cuti Besar di kantor (Pos Mataram). Soal cuti diizinkan atau tidak, ya urusan kepala kantor lah,” katanya.

Ari Garmono menyatakan dirinya akan bekerja maksimal untuk pariwisata NTB.

Ia bahkan secara implisit menyatakan bahwa BPPD NTB siap bekerja demi pariwisata NTB meski pun tidak diberi gaji. Itu karena anggaran saat ini tidak memadai.

BACA:  Soal BPPD NTB, Umbu: Saya Tidak Kenal Ketuanya

“Ya tidak digaji pun tidak masalah. Sampai sekarang pun kita nggak tau gaji (BPPD) itu berapa. Tapi kan tidak digaji itu tidak ada dalam sejarahnya. Artinya orientasi kita bukan soal apa yang akan kita dapatkan secara finansial, tapi apa yang bisa kita lakukan untuk kemajuan pariwisata daerah kita,” ujarnya.

Menanggapi soal polemik yang sedang terjadi saat ini, Ari tidak ingin berlarut memikirkan hal tersebut dan memilih untuk fokus bekerja.

“Saya tidak mau berlarut dalam polemik, nanti konsentrasi kita pecah, tidak jadi kita bekerja saja,” katanya. (red)

Foto: Ari Garmono (berkacamata)/ FB: Ari Garmono