Warga Sebut Cek Bocek Hanya Khayalan, Tidak Ada dalam Sejarah Leluhur
KORANNTB.com – Keberadaan kelompok yang mengatasnamakan diri Cek Bocek di Sumbawa mendadak membuat heboh. Kelompok tersebut mengklaim memiliki tanah adat seluas 20 ribu hektare. Bahkan, area kuburan leluhur milik warga diklaim masuk menjadi kawasan adat.
Hal itu lantas mendapatkan penolakan masyarakat, salah satunya dari Ketua Komunitas Lar Leba Dodo Lampui, M. Yasin A.D.
Yasin mengatakan warga mendengar adanya nama Cek Bocek dan sejak zaman leluhur mereka keberadaan Cek Bocek tidak pernah ada.
Soal Cek Bocek yang mengklaim memiliki datu kala itu, menurut Yasin mungkin hanya sebatas kuala dusun.
“Kami tidak masuk adat manapun. Ketika mereka mengaku ada datu itu menurut kami kuala dusun di sana,” katanya dihubungi, Kamis, 30 Juli 2026.
Soal bahasa yang memiliki logat berco, dia mengatakan logat seperti itu sudah ada sejak dulu dan baru-baru ini dinamakan berco seperti yang diklaim Cek Bocek.
Merasa Janggal
Yang membuat janggal kata Yasin, bahwa kelompok Cek Bocek yang berasal dari Lawin pasca mengklaim diri sebagai salah satu adat paling tua di sana, justru tidak disepakati banyak pihak. Alih-alih wilayah yang diklaim, bahkan banyak orang Lawin sendiri juga merasa Cek Bocek adalah sesuatu yang asing dan baru.
“Tidak banyak orang Lawin klaim begitu. Bahkan mereka merasa baru karena asing,” ujarnya.
Yasin mengatakan masyarakat Dodo dan Leba tidak pernah mengklaim tanah milik mereka. Karena mereka mengakui tanah di wilayah yang diklaim Cek Bocek merupakan milik negara.
“Kami tidak pernah klaim tanah karena tanah milik pemerintah. Kami cukup diakui saja berada di sana,” ujarnya.
Hanya Khayalan
Lebih lanjut Yasin menduga kelompok Cek Bocek hanya khayalan semata atau tidak benar-benar merupakan adat tertua. Karena sejauh ini tidak ada bukti-bukti yang menjurus adanya Cek Bocek sejak dahulu kala.
“Kecuali ada bukti-bukti sejarah seperti artefak, prasasti atau lontar. Tapi ini tidak ada sumber sumber tertulis,” ujar dia.
Dia mengatakan kelompok tersebut hanya mengklaim sesuatu yang sifatnya khayalan belaka.
“Ini hanya hayalan aja.Mereka khayalkan begini karena gak pernah ada data auentik atau sumber resmi seperti prasasti, kedatuan dulu. Kalau dari telinga ke telinga bisa kita khayalkan saya pernah di bulan atau kakek saya raja Makassar,” selorohnya.
Lebih jauh Yasin menyebut Cek Bocek dalam bahasa setempat memiliki arti orang yang tidak diperhitungkan, angin lalu, anak bawang dan lainnya, sehingga merasa aneh jika orang yang tidak diperhitungkan namun memiliki tanah dengan luas 20 ribu hektare.
“Cek bocek artinya orang yang belum bisa kita dengarkan. Bagaimana bisa klaim 20 ribu hekatre kalau belum bisa kita dengar,” katanya.
Anggap Lelucon
Ditanya apakah geram atas klaim Cek Bocek, Yasin mengatakan hanya menganggap hal tersebut sebagai lucu-lucuan.
“Kita anggap sebagai lucu lucuan tidak geram, karena masih keluarga, kita satu kok cuma klaim itu membuat adat baru yang sama sekali kami tidak tahu dari leluhur kami,” jelasnya.
Yasin mengatakan warga setempat di masing-masing wilayah secara historis berkeluarga dan masih saling menjenguk. Namun soal klaim adanya adat tersebut warga cukup keberatan.
“Kami keberatan disebut bagian dari adat mereka. Padahal masyarakat masing-masing masih berkeluarga, cuma ulah oknum yang mengatasnamakan diri adat ini yang kami keberatan,” ujarnya.
Dia melihat kelompok tersebut meniru struktur pemerintahan Kedatuan Sumbawa. Namun tidak memiliki historikal yang diyakini banyak orang.
“Kami melihat (Cek Bocek) meniru struktur pemerintahan Kedatuan Sumbawa saat itu. Padahal itu tidak pernah ada. Tidak ada trah-trah itu. Coba tanya mereka pasti mereka tidak mengerti sejarahnya,” ujarnya.
Terakhir Yasin meminta akses untuk mengunjungi makam leluhur mereka yang saat ini terkendala akses masuk di AMMAN Mineral. Dia berharap perusahaan dapat memberikan mereka akses melakukan ziarah ke makam leluhur.
“Ada budaya kami setiap tahun ziarah kubur. Kami bersepupu karena ada hubungan darah. Karena ada get kami terkendala akses. Kami gak berani masuk,” ujarnya.

