Kades Rembitan Sampaikan Apresiasi atas Donasi Rp 2 Miliar Sapo untuk Desa Sade
KORANNTB.com – Isu simpang siur terkait keberadaan dana bantuan donasi senilai Rp dua miliar dari Investor Injourney Tourism Development Corporation, Alvaro Peribanez (Sapo Developments) untuk rekonstruksi Desa Wisata Sade akhirnya terjawab.
Sempat memicu tanda tanya dan keresahan di kalangan warga terdampak musibah, aliran dana bantuan tersebut dipastikan telah resmi ditransfer dan efektif masuk ke rekening penampungan.
Kepastian ini pun langsung menepis kekhawatiran warga dan pemerintah desa. Kepala Desa Rembitan Lalu Winaksa, mengonfirmasi bahwa dana tersebut telah efektif masuk per semalam setelah dikomunikasikan oleh Asisten Setda NTB dan Dinas Pariwisata Lombok Tengah.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Rembitan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian dari Sapo terhadap musibah yang dihadapi warga di Dusun Adat Sade,” ujar Lalu Minaksa, Jumat (11/9/2026).
Alvaro Peribanez , mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat Lombok Tengah setelah sekitar empat tahun menjalankan aktivitas usaha di wilayah tersebut.
“Kami telah membangun hubungan yang erat dengan warga lokal. Kami merasa perlu untuk memberi kembali kepada masyarakat atas semua yang telah Lombok berikan kepada kami,” ujarnya.
Setelah dana disalurkan, proses pemanfaatan dan pemantauan bantuan selanjutnya dikoordinasikan oleh Delalma Foundation, yayasan yang didirikan oleh SAPO Development. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya dan mendukung pelaksanaan revitalisasi berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan.
Dalam proses tersebut, pihak terkait yang menangani revitalisasi akan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala kepada Delalma Foundation, termasuk perkembangan pembangunan yang didukung melalui dana bantuan tersebut.
General Manager The Mandalika Pari Wijaya menegaskan, dana bantuan tersebut kini sudah tidak lagi bermasalah. Pihak Sapo mentransfer langsung alokasi dana sebesar Rp dua miliar setelah Satgas Rekonstruksi menyurat secara resmi.
“Perihal transfer donasi ini sudah kami laporkan kepada Bapak Asisten II Setda NTB, Pak Bupati Lombok Tengah, serta Pak Sekda NTB,” terang Pari Wijaya.
Untuk menghindari kesimpangsiuran lebih lanjut dan menjaga transparansi, dana bantuan tersebut dibagi secara proporsional ke dua rekening terpisah, yakni Rekening Satgas Rekonstruksi dan Rekening Sade Reborn. Masing-masing rekening menerima alokasi sebesar Rp1 miliar.
Pari menambahkan, tindak lanjut pasca-masuknya dana ini akan diselaraskan dengan program serta jadwal rekonstruksi yang ditetapkan Satgas Provinsi dan Kabupaten, tentunya dengan melibatkan koordinasi bersama masyarakat setempat.
“Kami serahkan ke satgas,” cetusnya.
Dengan cairnya donasi yang sempat dipertanyakan ini, proses rekonstruksi fisik serta penataan kawasan Dusun Sade kini siap digulirkan sesuai linimasa yang dirancang bersama oleh Pemda, Satgas, dan pemangku adat.
Sebelumnya, lambatnya kepastian pencairan donasi sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Warga menantikan kejelasan dana tersebut untuk memulai penataan kembali kawasan cagar budaya yang terdampak musibah.
