Link Banner

Dewan Minta Gubernur Tinjau Ulang SK BPPD NTB

KORANNTB.com – Belasan anggota LSM Rudal NTB menggelar hearing dengan Komisi II DPRD NTB terkait polemik penunjukan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Ari Garmono yang dinilai cacat prosederul.

Rudal menilai pengangkatan pegawai Pos Mataram sebagai Ketua BPPD NTB terkesan dipaksakan.

“Bagaimana program pariwisata NTB bisa maju jika Ketua BPPD masih nyambi sebagai karyawan Kantor Pos Mataram,” ujar Koordinator Rudal NTB Kusuma Wardhana saat menyampaikan pendapatnya dalam hearing itu, Senin, 22 Maret 2021.

Kusuma yang biasa dipanggil Dodek itu mengkhawatirkan, lembaga BPPD selaku mitra strategis Pemda NTB dalam hal pengembangan pariwisata akan terbengkalai manakala dipimpin oleh seorang Ketua yang masih memiliki pekerjaan lain.

“Kan sudah jelas, pegawai BUMN itu masuk kantor pukul 08.00 sampai pukul 17.00 Wita. Lantas, kapan dia harus ngurus BPPD NTB. Sekali lagi, kedatangan kami ini takut dan risau manakala lembaga BPPD ini bakal ditelantarkan ke depannya,” katanya.

Menurut Dodek, kisruh pengangkatan pengurus BPPD yang kini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat hingga para pelaku pariwisata di NTB, tidak lain dipicu sikap Kadis Pariwisata.

Bahkan, indikasi permainan terlihat jelas dengan tidak adanya pengumuman berupa iklan ataupun sejenisnya pada masyarakat luas  terkait perekrutan calon komisioner BPPD NTB.

Padahal, lanjut dia, pada pengangkatan komisioner sejenis lainnya di NTB, di antaranya, KPID dan KIP, selalu diawali adanya kreteria persyaratan dan pengumuman pada masyarakat luas melalui iklan di berbagai media, baik koran, televisi hingga radio.

“Kenapa BPPD ini perekrutannya kok terkesan ditutup-tutupi dan hanya maunya Pak Kadis Pariwisata. Wajar, jika kami duga sumber kisruh dan permainannya itu, adalah di Pak Kadis Pariwisata. Maka, kami minta Komisi II harus berani membuat rekomendasi pencopotan Kadis Pariwisata NTB karena sikapnya yang telah melanggar etika dan mengabaiaian prosedur aturan itu,” jelas Dodek.

BACA:  Jadi Ketua BPPD NTB, Ari Garmono Ngaku Siap Tidak Digaji

Menanggapi hal itu. Sekretaris Komisi II DPRD NTB Lalu Hardian Irfani tak menampik jika pengangkatakan, Ari Garmono yang diangkat oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah sebagai Ketua BPPD setempat telah menimbulkan kisruh saat ini.

Lalu Ari menyatakan, pengangkatan pegawai BUMN yang masih berstatus aktif sebagai unsur pelaksana di BPPD NTB bisa jadi merupakan sejarah kali pertama terjadi sejak adanya kepengurusan BPPD dibentuk di NTB.

Sebab, selama ini, unsur pelaksana di BPPD NTB umumnya biasa diisi oleh para kalangan profesional yang nota benanya merupakan perwakilan unsur asosiasi dan pelaku wisata. Termasuk, perwakilan dari organisasi pers.

“Kami akan diskusikan terlebih dahulu dengan teman teman di Komisi II. Memang, sejak polemik BPPD muncul ke permukaan, kami telah mengundang Kepala Dinas Pariwisata NTB dan pengurus BPPD NTB. Tapi,  yang hadir waktu itu hanya dari BPPD saja. Kadis Pariwisata beralasan sedang berada di luar daerah. Makanya kami batalkan rapatnya saat itu,” jelas Lalu Ari.

Ketua DPW PKB NTB itu mengaku, prihatin terkait kisruh yang kini terus muncul di tubuh BPPD NTB.  Apalagi, jika terus dibiarkan, kisruh ini  akan sangat berpengaruh pada sektor pariwisata, terlebih ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami komit mendorong agar BPPD NTB harus menjadi lembaga yang sehat yang diisi oleh orang-orang yang profesional dan paham dalam dunia kepariwisataan,” tegas Lalu Ari.

Menurut dia, kendati SK pengangkatan Ketua BPPD NTB sudah ditangan Gubernur NTB. Bahkan, kabarnya Kadis Pariwisata juga sudah mulai mengenalkan para pengurus BPPD ke sejumlah stake holder pariwisata di NTB.

Namun, SK tersebut masih bisa dianulir. Pasalnya, kegaduhan yang terjadi saat ini bisa menjadi alasan Gubernur melakukan evaluasi terhadap kepengurusannya.

BACA:  Ketua BPPD NTB Rangkap Jabatan, Kantor Pos Hingga Dinas Pariwisata Didemo

“Jika sampai hari ini, SK penunjukan pengurus BPPD masih menyisakan pertanyaan. Sangat wajar Pak Gubernur mengeluarkan diskresi untuk meninjau ulang SK itu. Terlebih, Ketua BPPD juga Kadis Pariwisata NTB tak kunjung dapat meredakan situasi kegaduhan ini. Jadi, alasan peninjauan ulang SK sangat dimungkinkan ke depannya,” ungkap Lalu Ari. (red)

Link Banner
Link Banner
Link Banner