Kini Akhiri Jabatan Kadispar, Deretan Prestasi Lalu Faozal Patut Dikenang

KORANNTB.com – Pembukaan Festival Pesona Khazanah Ramadhan 1442 Hijriah, yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Kamis sore, 22 April 2021 di Islamic Center NTB,  menjadi moment terakhir bagi Lalu Moh Faozal menjabat Kepala Dinas Pariwisata.

Sehari kemudian, Jumat 23 April 2021, Faozal diberi amanah menjabat Kepala Dinas Perhubungan, setelah genap 6 tahun dua bulan berkiprah memajukan sektor pariwisata NTB. Jabatan Kepala Dinas Pariwisata kini beralih ke Yusron Hadi, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Ya bagi kami, siap saja. Di mana pun kita ditaruh dan diberi amanah, akan kita laksanakan dengan sebaik mungkin. Kita kerja saja lah,” kata Faozal, Sabtu, 24 April 2021 di Mataram.

Kiprah kinerja dan dedikasi Lalu Faozal untuk sektor kepariwisataan NTB memang luar biasa. Festival Pesona Khazanah Ramadhan yang masuk dalam Calender of Event Pariwisata Indonesia sejak 2017 menjadi salah satu bukti.

Berbagi kenangan tentang event ini, Faozal mengaku bangga sekaligus terharu.

Ramadhan 1438 Hijriah, Mei 2017 silam, ia mendampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi bersama Menpar Arief Yahya, saat melaunching Festival Pesona Khazanah Ramadhan, di Balairung Susilo Sudarman Gedung Sapta Pesona, Kemenpar RI di Jakarta.

“Saat itu saya ingat benar, TGB bilang di luar negeri puncak kunjungan wisatawan terjadi pada bulan suci keagamaan, oleh karena itu kita di NTB gagas (Festival Pesona Khazanah Ramadhan), kegiatan pariwisata yang bergerak pada bulan suci Ramadhan. Dan sampai sekarang, alhamdulillah FPR 2021 masih masuk kalender wisata nasional meski di masa pandemi seperti di tahun 2020,” ujar Faozal.

Event ini, bukan hanya mampu mengangkat NTB sebagai destinasi wisata moslem friendly, juga sekaligus menggaungkan Islamic Center, ikon kebanggaan NTB ke kancah nasional dan internasional.

Masa jabatan Lalu Faozal menjadi Kadispar cukup panjang, sekitar 6 tahun 2 bulan. Jabatannya sejak era TGB hingga Zul-Rohmi.

Panjangnya masa jabatan karena Lalu Faozal dinilai mampu membangkitkan pariwisata NTB tumbuh positif.

Lalu Faozal memulai gebrakannya dengan menggagas event Tambora Menyapa Dunia pada 2015 silam. Mengambil moment 200 tahun meletusnya Gunung Tambora, Faozal mampu mengkreasikan event besar yang seremoni peluncurannya dihadiri Presiden Jokowi di kawasan Doro Ncanga Tambora.

Target tahunan angka kunjungan wisatawan juga berani dipatoknya, meningkat lebih dari 500 ribu kunjungan setiap tahun hingga 4 juta wisatawan di tahun 2017, sebelum bencana Gempa Bumi 2018 dan pandemi Covid-19 terjadi.

Selain menghidupkan event, Lalu Faozal juga membuka aksesbilitas Lombok dan Sumbawa. Sejumlah penerbangan langsung luar negeri, seperti dari Perth Australia dan Singapura berhasil dibangun di masa Lalu Faozal.

Di sisi peningkatan SDM Kepariwisataan, Lalu Faozal menjadi bidan bagi lahirnya Politeknik Pariwisata Negeri Lombok sejak 2016 silam. Kini Poltekpar Lombok sudah beraktivitas dan menelurkan lulusan terbaik sejak 2020 lalu. Poltekpar Lombok di Praya Lombok Tengah juga menjadi Poltekpar termegah di kawasan Indonesia Timur.

Keberhasilan Lalu Faozal membangkitkan pariwisata dan mendatangkan jutaan wisatawan sering diapresiasi banyak pihak.

Pada 2017, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, saat itu dijabat Endang Tri Wahyuningsih, mengapresiasi langkah Kadispar Faozal dalam menarik wisatawan datang ke NTB.

Peran sektor pariwisata menunjukkan perkembangan positif dengan berbagai event menarik di masa Lalu Faozal.

Endang mengatakan, ekonomi Provinsi NTB sepanjang triwulan II tahun 2017 tumbuh tumbuh 6,00 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,50 persen. Hal ini dipicu oleh peningkatan kunjungan wisatawan dikarenakan adanya beberapa event nasional antara lain event Rinjani 100 dan Festival Pesona Tambora, dan lainnya.

Bahkan karena ramainya wisatawan yang datang ke NTB, membuat kunjungan atau kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang dari Bandara Internasional Lombok masuk dalam urutan ke tiga nasional, kata Endang, kala itu.

Pariwisata saat Kadispar dipimpin Moh. Faozal terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTB. Berdasarkan perkembangan perekonomian di NTB.

Event Populer Pariwisata NTB

Ada cukup banyak event pariwisata menonjol yang mendongkrak perekonomian NTB dan menjadi sorotan positif di zaman Lalu Faozal.

1. Tambora Menyapa Dunia

Tambora Menyapa Dunia yang digagas pertama kali untuk memperingati 200 tahun letusan dahsyat Gunung Tambora, digelar Dispar NTB dengan dukungan Kemenpar dan Kemen LHK pada April 2015.

Ini salah satu gebrakan Lalu Faozal diawal menjabat Kepala Dinas Pariwisata NTB.

Seremoni launchin Tambora Menyapa Dunia di kawasan Doro Ncanga, Tambora, juga menandai untuk pertama kalinya Presiden RI Joko Widodo datang ke NTB, pada 15 April 2015.

Kini event dilanjutan menjadi event tahunan bernama Festival Pesona Tambora, yang masuk di tahun ke enam pada 2021.

2. Sport Tourism Rinjani 100

Event Rinjani 100 yang digelar 5-7 Mei 2017 terbukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meskipun diselenggarakan selama tiga hari, namun event trail running ini terbukti mendongkrak perekonomian warga sekitar selama berlangsungnya acara, mulai dari penuhnya homestay milik warga hingga kuliner khas Sembalun yang menjadi titik utama pagelaran Rinjani 100.

Efek domino tumbuh luar biasa. Mulai dari porter, pemilik homestay, kuliner, transportasi diuntungkan. Itu karena puluhan atlet mancanegara hadir dalam event tersebut.

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, tentu saja saya tarik Rinjani populer dengan kedatangan atlet mancanegara tersebut.

3. Festival Pesona Bau Nyale

Event tahunan Pesona Bau Nyale sudah menjadi event andalan di NTB. Acara tahunan ini begitu sangat dinantikan banyak orang.

Magnet kunjungan wisatawan pun terbukti meningkat. Itu karena event diwarnai dengan berbagai hiburan mulai dari seni tari, bazar, live music, drama kolosal legenda Putri Mandalika dan berbagai atraksi budaya lainnya.

Pedagang di sekitar lokasi event untung pesat. Begitupun dengan jasa transportasi yang meningkat bahkan sebelum event puncak dimulai.

4. Lombok Sumbawa Great Sale 2020

Era kepemimpinan Lalu Faozal juga terbukti dengan meningkatkan nilai transaksi Rp7,2 miliar. Itu saat berlangsungnya event Lombok Sumbawa Great Sale 2020.

Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan apresiasi dari keberhasilan event tersebut.

“Tentu capaian ini menjadi sumber inspirasi, sumber motivasi untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan promosi, mudah-mudahan target kuantitatif 4,5 juta wisatawan tahun 2020 bisa diraih,” ujar Lalu Gita saat penutupan Lombok Sumbawa Great Sale 2020.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan event yang berlangsung 25 Januari hingga 25 Februari 2020, merupakan pemicu kunjungan pariwisata pada saat musim sepi.

5. Pesona Khazanah Ramadhan

Event unggulan di bulan Ramadhan ini terbukti mampu membangkitkan ekonomi, bahkan saat digelar kala pandemi melanda.

Event tersebut mempromosikan UMKM di NTB agar lebih terkenal di masyarakat luas. Dengan menggandeng Kemenkraf, event yang diselenggarakan setiap tahun tersebut selalu sukses digelar.

Kegiatan yang selalu berpusat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, menjadi wadah sponsor produk lokal lebih populer. Berkat event tersebut, banyak produk UMKM NTB lebih dikenal luas.

Begitu juga dengan berbagai event yang terus digelar tahunan terbukti sukses dan menjadi siulan pemanggilan wisatawan. Ekonomi pun menggeliat dari berbagai event yang digelar sepanjang Lalu Faozal menjabat Kadispar NTB.

Tak Punya Urat Capek

Selama 6 tahun menjabat Kepala Dinas Pariwisata NTB, sangat banyak event pariwisata yang sukses terselenggara berkat “tangan dingin” Lalu Faozal.

Tak sekadar diakui ide dan gagasan – gagasan inovatifnya, Lalu Faozal juga dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dan bisa akrab dengan siapa saja.

“Mamiq Faozal ini bagi kami seperti tak punya urat capek. Aktif sekali, kalau ada event dia tidak sungkan juga langsung turun cek kesiapan di lapangan,” kata Satria Swarandita, pegawai di Dispar NTB.

Sopir dinas Lalu Faozal, Lalu Heritiawarman punya cerita menarik. Bagaimana perjalanan darat dari Mataram ke Doro Ncanga ia lalui bersama Lalu Faozal untu persiapan Festival Pesona Tambora 2016 silam.

“Di tengah perjalanan saya agak kurang enak badan, beliau juga nampak sudah kelelahan karena sebelum jalan ada aktivitas juga di Mataram. Tapi melihat saya agak kurang fix, mamiq Faozal tawarkan untuk dia yang nyupir. Ini luar biasa menurut saya,” kenang Heri.

Heri merasa yakin, di mana pun Lalu Faozal diamanahkan memimpin pasti akan berhasil dan sukses, karena pola kepemimpinannya yang tidak kaku dan mau menjadi teladan bagi bawahannya.

Penghargaan dari Masyarakat, Desa Wisata

Mutasi jabatan di lingkup Pemprov NTB adalah hal yang wajar untuk penyegaran. Namun, kesan mendadak membuat banyak pihak cukup kaget dan tak menyangka.

Kepala Desa dan masyarakat sadar wisata di sejumlah Desa Wisata di NTB ramai menyampaikan selamat kepada Lalu Faozal untuk posisi barunya sebagai Kepala Dinas Perhubungan NTB. Namun mereka juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas dedikasi Lalu Faozal selama menjabat Kadispar NTB.

“Kami apresiasi dan terima kasih sebanyak-banyaknya pak Faozal telah menjadikan Desa wisata Kembang Kuning jadi Desa percontohan di NTB beliau menjabat Kadispar NTB,” ujar Kepala Desa Kembang Kuning, M Mashudin.

Menurutnya, masa pasca gempa bumi 2018 dan saat ini pandemi Covid-19 memang kendala tersendiri bagi sektor pariwisata. Namun, upaya Lalu Faozal menggeliatkan Desa Wisata telah mampu menggerakan ekonomi masyarakat, meski pun kunjungan wisatawan mengalir dari lokal NTB dan beberapa domestik.

“Mamiq Faozal ini inspirator bagi kami di Desa Wisata. Kita harap beliau tetap mau kasih masukan dan saran, meski pun kini sudah menjadi Kepala Dinas Perhubungan,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Kades Sekotong Barat, Saharuddin.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Sekotong Barat dan Pokdarwis Sekobar Bisa, menyampaikan ucapan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada bapak H Lalu Moh Faozal atas dedikasi beliau selama mengemban amanah sebagai Kadispar NTB dengan penuh tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap Desa Sekotong Barat dan Pokdarwis Sekobar Bisa, sebagai salah satu Desa Wisata di Kecamatan Sekotong dan pembinaan Beliau untuk Sekotong pada umumnya menjadi Destinasi Wisata yang layak untuk dikunjungi,” katanya.

Ia berharap, Lalu Faozal bisa menjalankan tugasnya dengan baik pula sebagai Kadis Perhubungan NTB.

“Dan izinkan kami menyampaikan harapan agar kami di Sekotong tidak dilupakan oleh mamiq Faozal, karena kami masih sangat mengharapkan pembinaan dan arahan dari Miq Kadis,” ujarnya.

Penghargaan juga disampaikan oleh Desa Wisata Mekar Sari, Desa Wisata Bonjeruk, Desa Wisata Bilebante dan sejumlah desa wisata lainnya di NTB.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Dompu, H Khaerul Insyan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan untuk Lalu Faozal dengan sangat menghibur.

“Selamat untuk saudaraku mamiq Faozal atas tugas baru yang diemban, saya mohon maaf atas keusilan saya selama kita bersama dalam Pariwisata NTB,” katanya.

Menurut Khaerul, ada banyak pelajaran berharga yang ia dapat selama kebersamaan mengelola sektor pariwisata bersama Lalu Faozal.

Lalu Moh Faozal menyampaikan apresiasi untuk pelaku wisata dan seluruh stakeholders kepariwisataan NTB yang sudah bersama-sama membangun pariwisata NTB selama ia menjabat Kadispar NTB, enam tahun terakhir.

“Ya kita juga sampaikan apresiasi dan terimakasih tak terhingga untuk support dan dukungan teman-teman pariwisata selama ini. InsyaAllah di Dinas Perhubungan pun kita tetap akan melakukan hal yang terbaik, yang jelas kita bekerja saja,” katanya. (red)