Sopir dan Pendamping Truk Logistik di NTB Dilayani Rapid Antigen Gratis

KORANNTB.com – Pemerintah Provinsi NTB menuai pujian dan apresiasi banyak pihak, berkat kebijakan pemerintah daerah yang menyediakan layanan rapid test antigen gratis di pelabuhan penyeberangan.

Kebijakan Pemprov NTB ini dinilai sangat membantu memudahkan dan memperlancar arus transportasi terutama transportasi logistik antar daerah antar provinsi.

Sepanjang Juli 2021 sejak PPKM diterapkan secara nasional, Dinas Perhubungan NTB telah mendistribusikan 5.000 Pcs rapid test antigen ke pelabuhan penyeberangan Lembar dan pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi penerapan prokes pelabuhan laut, Senin 2 Agustus 2021, di aula pertemuan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, di Mataram.

Rapat koordinasi dipimpin Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal didampingi Sekretaris Dinas, Ruspono, dan dihadiri sejumlah pimpinan stakeholders terkait.

“Kami sangat mengapreasiasi dan berterimakasih atas kebijakan Pemprov NTB melalui Dishub yang menyediakan rapid antigen gratis. Ini sangat membantu di masa pendemi dan PPKM saat ini,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) NTB, Denny FA, dalam pertemuan tersebut.

Menurut Denny, rapid test antigen gratis yang diprioritaskan untuk sopir dan pendamping truk dan angkutan logistik cukup meringankan beban para sopir logistik.

Sebab, di beberapa pelabuhan lain di luar NTB, mereka harus mengeluarkan biaya berkisar Rp150 ribu – Rp 170 ribu per orang untuk rapid test antigen demi melanjutkan perjalanan.

“Jadi di NTB ini banyak pujian karena menerapkan antigen gratis untuk sopir dan pendamping. Hal ini juga memperlancar arus logistik dan membantu perekonomian daerah juga,” ujar Denny.

Ia berharap program ini bisa dilanjutkan terutama ketika masa PPKM diperpanjang nantinya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Pradigdo mengatakan, kebijakan Pemprov NTB bisa menjadi contoh baik secara nasional untuk daerah lainnya.

BACA:  Sebagian Besar Angkutan Online di NTB Tidak Kantongi Izin

“Sebab kebijakan seperti ini esensinya bukan hanya menjamin bahwa daerah kita terhindar dari Covid-19, tetapi juga meringankan beban sopir dan pendamping yang muaranya mempermudah arus transportasi logistik antar daerah,” katanya.

Ia mengatakan, kebijakan Pemprov NTB melalui Dishub juga mendapat dukungan optimal dari seluruh stakeholders pelabuhan.

Tahap pertama 4 ribu Pcs rapid test antigen diberikan sejak 8 Juli hingga 25 Juli, kemudian ditambah 1000 pcs lagi pada 25 Juli.

“Yang melakukan test antigen tentu tenaga nakes dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Tetapi karena tenaga kurang, maka nakes dibantu dari puskesmas dan juga rekan-rekan Pramuka yang sudah dilatih,” katanya.

Pradigdo mengatakan, dari 4 ribu pcs rapid antigen sejak 8 hingga 25 juli, hanya ditemukan sekira 36 orang yang terindikasi positif Covid-19.

“Jadi secara prosentase sangat kecil, dari 4000 hanya ditemukan 36 yang positif. Itu pun mereka tanpa gejala dan hanya isoman, kebanyakan sopir yang dari luar NTB,” katanya.

Saat ini masih tersisa 700 pcs rapid test antigen dari tambahan 1000 yang dikirimkan Dinas Perhubungan NTB. Ia berharap jumlah ini bisa ditambah lagi, mengingat masa PPKM diperpanjang hingga 8 Agustus mendatang.

Selain itu, pihak KSOP Lembar juga telah bersurat untuk meminta pihak BUMN seperti ASDP dan PT Pelindo untuk mensupport juga dengan rapid test antigen.

“Dengan kepedulian semua pihak ini kita harapkan masa PPKM tidak menjadi berat di NTB. Daerah kita aman dari Covid-19, sementara perekonomian juga bisa tetap berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal mengatakan, kebijakan Pemprov NTB tak lepas dari kepedulian Gubernur  Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah.

“Jadi awal PPKM Juli lalu, setelah ada protes dari pelaku transportasi terutama sopir truk logistik ini, kita sampaikan ke pak Gub dan bu Wagub. Akhirnya diputuskan ada antigen gratis. NTB jadi daerah pertama dan satu-satunya yang menerapkan kebijakan ini selama PPKM ini,” katanya.

BACA:  Mosi Tidak Percaya Dishub NTB Disayangkan, Mencoreng Citra ASN

Faozal mengatakan, saat ini jumlah rapid test antigen yang disalurkan sekitar 5 ribu pcs. Namun Dinas Perhubungan NTB masih meminta 1000 pcs lagi ke Dikes NTB sebagai tambahan jika PPKM diperpanjang kembali.

Menurut Faozal, semangat Pemprov NTB menginisiasi program ini adalah untu menjaga kelancara transportasi logistik dari dan ke wilayah NTB. Hal ini perlu dilakukan agar perputaran ekonomi di daerah tetap stabil di tengah pandemi dan PPKM ini.

“Ini ikhtiar Pemprov dan juga dukungan dari semua stakholders di pelabuhan,” katanya. (red)