Dugaan Fee DAK yang ‘Diserang’ Kabid SMK, Kabid SMA ke Mana?

KORANNTB.com – Dugaan adanya bukti transfer fee proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di lingkungan Dikbud NTB menguat beberapa pekan terakhir.

Dua bukti transfer yang diduga berkaitan dengan pembayaran fee tersebut beredar luas di media sosial. Banyak pihak yang justru menyalahkan Kabid SMK dalam beredarnya bukti transfer tersebut.

Padahal, beredarnya bukti dugaan transfer tersebut berkaitan dengan proyek SMA. Seperti SMAN 1 Jonggat dan SMAN 11 Mataram, yang tentunya menjadi tanggung jawab Kabid SMA Dikbud NTB.

Kadis Pendidikan Provinsi NTB, Aidy Furqan menanggapi santai polemik tersebut. “Mungkin Kabid SMA masih tidur. Tapi itulah dinamika,” kelakarnya, dalam konferensi pers, Senin, 8 Agustus 2022.

Aidy Furqan menjelaskan, pada swakelola tipe 1 proyek DAK, memiliki beberapa tahap mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan serah terima.

Pada tahap pengawasan akan melibatkan aparat penegak hukum (APH), sebagai wujud profesional dan transparansi pengelolaan DAK tersebut.

“Kita lihat memang ada kegiatan pengawasan seperti itu melibatkan APH,” ujar Aidy Furqan.

Dia mengatakan tidak tahu menahu soal fee proyek DAK. Bahkan baru tahu dari pemberitaan yang beredar.

“Saya justru tahu ada berita transfer dari media. Informasi tentang fee pekerjaan belum ada yang keluar, baru proses perencanaan,” ujarnya. (red)

BACA:  Pengumuman Supplier DAK Fisik SMA 2022 Dikbud NTB