Panji Petualang Minta Maaf ke Masyarakat Lombok
KORANNTB.com – Pawang Ular Muhammad Panji atau Panji Petualang memberikan klarifikasi terkait rencana pembuatan video bersama Agam Rinjani di Gunung Rinjani yang sebelumnya ia sampaikan melalui unggahan media sosial.
Dalam klarifikasinya, Panji menjelaskan pertemuannya dengan Agam terjadi secara tidak sengaja di Jakarta. Keduanya kemudian berbincang mengenai kegiatan Agam dan muncul rencana membahas kembali satu tahun evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani.
“Jadi kemarin tuh secara kebetulan aku ketemu di Jakarta sama Bang Agam. Terus ngebahas-bahas seputar kegiatan beliau akhir-akhir ini apa,” kata Panji dalam video klarifikasinya.
Panji mengatakan dirinya sempat memiliki ide untuk membuat konten terkait satu tahun evakuasi jenazah Juliana bersama Agam di Gunung Rinjani. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Lombok.
“Aku sempet kepikiran untuk ngebahas terkait satu tahun evakuasi jenazah Juliana di Rinjani bareng sama beliau di Rinjani sana,” ujarnya.
“Cuma ternyata tujuan ini juga mendapat penolakan dari sahabatku di Rinjani, khususnya di area Lombok dan sekitarnya,” sambung Panji.
Panji menyebut dirinya tidak mengetahui secara detail persoalan yang menjadi latar belakang penolakan tersebut. Ia mengatakan ada hal yang belum selesai antara Agam dan sejumlah pihak di Rinjani.
“Karena adanya sesuatu yang belum selesai antara Bang Agam dengan teman-teman di sana. Mohon maaf banget, pokoknya aku gak tau-tau soal masalahnya, aku gak terlalu paham,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Panji juga menyampaikan permintaan maaf terkait unggahan sebelumnya, khususnya soal penggunaan caption yang menyebut istilah tertentu terkait Gunung Rinjani.
“Jadi aku minta maaf khususnya untuk masalah caption terkait pawang Gunung Rinjani itu memang salah,” ujarnya.
Panji juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak dan para relawan yang berada di kawasan Rinjani.
“Saya secara pribadi saya minta maaf untuk keluarga saya di Lombok, khususnya untuk suku Sasak dan teman-teman relawan di sana,” kata Panji.
Ia berharap ke depan tetap bisa bertemu dan menjalin komunikasi dengan masyarakat Rinjani dalam kesempatan lain.
“Semoga nanti kita bisa bertemu dalam kesempatan lain,” ujarnya.
Polemik Agam
Sebagai informasi, Agam Rinjani mendapatkan donasi lebih dari 1 Miliar dari masyarakat Brasil atas dedikasinya bersama tim SAR gabungan dalam mengevaluasi jenazah Juliana di Gunung Rinjani yang jatuh pada pertengahan Juni 2025.
Ada kekecewaan masyarakat setempat terhadap Agam karena hasil donasi tidak dibagikan kepada tim lain yang turut berkontribusi mengevakuasi korban. Selain itu pada sejumlah podcast Agam pernah menyebut akan menggunakan dana tersebut untuk membeli alat keperluan penyelamatan di Gunung Rinjani. Namun dia disebut tidak transparan soal dana yang didapatkan tersebut.
Imbasnya banyak warga Lombok termasuk warga sekitar Gunung Rinjani kecewa dan menolak kedatangan Agam ke Rinjani lagi.
