Fenomena Kemunculan Ribuan Cacing di Lombok, Pertanda Gempa Besar?
KORANNTB.com – Sebuah video di YouTube beredar tentang kemunculan cacing tanah di Batukliang Utara, Lombok Tengah menjadi viral.
Video yang diunggah pada 4 Mei 2020 tersebut banyak dikaitkan masyarakat sebagai fenomena gempa besar yang akan terjadi.
Sebelumnya, memang fenomena kemunculan cacing tanah selalu diidentikkan dengan gempa. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan dalam sejarah kegempaan dunia, banyak sekali daerah-daerah yang diguncang gempa didahului dengan fenomena kemunculan cacing tanah.
Di Taiwan, kata Daryono, kemunculan cacing tanah dilaporkan pada 10 hari menjelang terjadinya gempa Chi Chi 1999 (Allen dkk., 2000). Kemudian di Haicheng, China 1975, gempa terjadi setelah fenomena kemunculan cacing tanah.
Beberapa sumber pustaka lain juga mengungkap fenomena kemunculan cacing tanah menjelang gempa seperti kajian Chen dkk. (2000), Rikitake (1979), Whitehead dan Ulusoy (2013), dan Liso dan Fidani (2014).
Dia mengatakan, kemunculan cacing tanah menjelang gempa berkaitan dengan gelombang elektromagnetik frekuensi rendah.
Sementara, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi, mengatakan memang benar perilaku hewan juga sebagai pertanda gempa.
“Berdasarkan laporan mengenai kemunculan cacing yang terjadi di berbagai tempat di dunia menjelang terjadinya gempa besar, ternyata selalu didukung dengan data prilaku gejala alamiah lain yang tak lazim, seperti kemunculan ular di beberapa tempat, anjing yang terus menggonggong bersahutan, dan ikan yang melompat-lombat di dalam kolam,” ujarnya.
“Selain prilaku aneh binatang menjelang gempabumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa,” kata Ardhianto.
Namun ia mengatakan fenomena cacing tanah yang muncul tersebut tidak bisa dibenarkan secara mutlak akan terjadi gempa bumi. Karena tidak ada bukti-bukti alamiah.
“Fenomena cacing di daerah tersebut berdiri sendiri, tidak didukung oleh adanya bukti-bukti alamiah lain dan anomali prekursor gempa bumi,” katanya.
Ardhianto mengatakan, fenomena cacing tanah yang muncul secara massal bisa jadi diakibatkan perubahan cuaca maupun iklim.
“Jika tidak ada data dukung lain maka munculnya cacing secara massal ke permukaan diakibatkan oleh adanya perubahan kondisi cuaca, iklim, dan lingkungan yang mendadak,” katanya.
Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai potensi gempa bumi, mengingat wilayah di NTB rawan terjadi gempa.
“Namun demikian karena wilayah kita memang rawan gempa sebaiknya kita selalu waspada, mengingat peristiwa gempa kuat dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan belum dapat diprediksi,” imbaunya. (red)
Berikut videonya:
