KORANNTB.com – Tiga pesawat tempur Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait pada Minggu (1/3/2026) malam dalam insiden yang diakui sebagai salah tembak oleh sistem pertahanan udara negara tersebut. Peristiwa itu terjadi di tengah pertempuran aktif yang juga melibatkan serangan Iran di kawasan.

Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) pada Senin menyatakan, tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang terlibat dalam operasi militer “Epic Fury” ditembak jatuh akibat insiden tembakan kawan sendiri.

“Tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle AS yang terbang untuk mendukung Operasi Epic Fury jatuh di atas Kuwait akibat insiden tembakan salah sasaran. Selama pertempuran aktif yang mencakup serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone, pesawat tempur Angkatan Udara AS tersebut secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” demikian pernyataan CENTCOM, dikutip dari AFP via CNBC Indonesiaa.

Insiden terjadi ketika sistem pertahanan udara Kuwait diaktifkan untuk merespons berbagai ancaman dari udara. Dalam situasi pertempuran yang intens, jet tempur AS disebut keliru diidentifikasi sebagai target musuh.

CENTCOM menambahkan seluruh awak pesawat berhasil menyelamatkan diri. “Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dan selamat,” bunyi pernyataan tersebut.

Militer AS juga menyebut pemerintah Kuwait telah mengakui insiden itu. “Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung,” lanjut CENTCOM.

Insiden salah tembak dalam kondisi tempur aktif bukan hal yang jarang terjadi, terutama ketika berbagai sistem pertahanan udara diaktifkan secara bersamaan untuk menghadapi ancaman dari berbagai arah. Namun, jatuhnya tiga jet tempur sekaligus di wilayah sekutu menjadi salah satu insiden paling serius sejak operasi militer terbaru dimulai.