KORANNTB.com – Komentator politik sekaligus jurnalis Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim bahwa sejumlah agen Mossad Israel telah ditangkap oleh otoritas Qatar dan Arab Saudi. Ia menyebut penangkapan itu berkaitan dengan dugaan rencana aksi pengeboman di negara-negara Teluk.

Laporan Anadolu pada Selasa (3/3/2026) menyebutkan bahwa penahanan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan adanya operasi rahasia yang melibatkan agen intelijen Israel di wilayah Teluk. Carlson menilai situasi ini turut memperumit ketegangan regional yang meningkat setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam programnya, Carlson mempertanyakan dugaan operasi Israel di negara-negara Teluk yang selama ini dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat.

“Mengapa Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk, yang juga diserang oleh Iran?” tanya Carlson. “Bukankah mereka berada di pihak yang sama? Israel ingin menyakiti Iran, Qatar, UEA, Arab Saudi, Bahrain, Oman dan Kuwait,” tegasnya.

Ia juga menuding Israel berupaya menciptakan ketidakstabilan di kawasan dengan memicu ketegangan di antara negara-negara Arab yang selama ini memiliki hubungan strategis dengan Washington.

Pernyataan Carlson muncul di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat senior lainnya.

Iran menuduh sejumlah fasilitas sipil ikut menjadi sasaran serangan, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang menyebabkan ratusan korban jiwa. Dalam salah satu insiden yang dilaporkan terjadi pada gelombang awal serangan, sekitar 163 siswi disebut tewas setelah sebuah sekolah di wilayah selatan Iran dihantam bom.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan. Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada jalur penerbangan komersial, distribusi minyak global, serta memicu lonjakan harga energi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang lebih dari 500 target milik Amerika Serikat dan Israel menggunakan sekitar 700 drone serta ratusan rudal.

Pada Senin (2/3/2026), serangan drone juga dilaporkan memicu kebakaran terbatas di fasilitas milik Saudi Aramco di Ras Tanura. Namun Kementerian Luar Negeri Iran membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Teheran justru menuduh Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan drone dari pangkalan militer di sejumlah negara Arab untuk memprovokasi negara-negara tersebut agar ikut menyerang Iran dan memperluas konflik di kawasan Muslim.

Sementara itu, laporan Middle East Eye pada Selasa (3/3/2026) menyebutkan bahwa pada Februari 2026 lalu pasukan Israel sempat menahan Tucker Carlson bersama timnya tak lama setelah ia mewawancarai duta besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee.

Dalam wawancara tersebut, Huckabee menyatakan bahwa orang Yahudi memiliki “hak ilahi” atas tanah Palestina dan menolak pengakuan terhadap identitas nasional Palestina. Pernyataan itu memicu perdebatan luas, terlebih karena sebelumnya Carlson dan Huckabee sempat terlibat adu argumen di media sosial.

Carlson juga mengkritik keras perlakuan Israel terhadap komunitas Kristen di wilayah Palestina. Ia menuding pemerintah Israel gagal memberikan perlindungan bagi warga Kristen yang diserang oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sikap kritis Carlson terhadap kebijakan Israel di Gaza juga menuai kontroversi di Amerika Serikat. Pada 2025, setelah mengunjungi pengungsi Palestina asal Gaza di Qatar dan menuduh Israel membunuh anak-anak, Carlson mendapat julukan “Anti-Semit Tahun Ini” dari sebuah kelompok advokasi pro-Israel di Amerika Serikat.