KORANNTB.com – Cuaca dingin pada malam hingga pagi hari dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Kamis (28/5/2026). Kondisi tersebut bahkan masih berlangsung hingga Jumat (29/5/2026) dan membuat suhu udara terasa lebih rendah dibandingkan biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipengaruhi beberapa faktor meteorologis, mulai dari minimnya tutupan awan hingga masuknya angin muson Australia ke wilayah NTB.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Andini Ganiswari, mengatakan cuaca dingin pada malam hingga pagi hari merupakan dampak dari kombinasi beberapa kondisi atmosfer yang saat ini terjadi di NTB.

“Cuaca terasa dingin pada malam hingga pagi hari disebabkan oleh beberapa faktor,” kata Andini, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, minimnya tutupan awan pada siang atau sore hari membuat panas yang diserap permukaan bumi saat siang lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena tidak ada awan yang berfungsi sebagai penghalang atau penahan panas.

Selain itu, kelembaban udara yang rendah juga turut berperan dalam menurunkan suhu udara pada malam hari. Menurut Andini, kondisi tersebut menyebabkan permukaan bumi tidak mampu menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam.

“Akibatnya, udara dingin dari lapisan atmosfer atas lebih mudah turun ke permukaan sehingga suhu udara terasa lebih dingin,” ujarnya.

Faktor lainnya adalah pergerakan angin di wilayah NTB yang kini telah memasuki periode monsun Australia. Angin muson ini membawa massa udara yang bersifat dingin dan kering sehingga semakin mendukung terjadinya penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari.

BMKG menyebut kondisi tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi saat memasuki musim kemarau dan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang berlangsung di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk NTB.