KORANNTB.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram. Korban bernama Anindita Mantika Muslim (9), yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Pantai Karang Buyuk, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (31/5) pagi.

Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran menerima laporan dari warga dan nelayan setempat pada pukul 07.10 WITA. Dalam laporan tersebut, korban terlihat mengapung di perairan Pantai Bintaro.

Menindaklanjuti informasi itu, tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil mengonfirmasi penemuan korban sekaligus menyatakan operasi SAR telah berakhir.

“Ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian, jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup,” ujar Bustanil, Minggu (31/5).

Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dahulu menemukan korban pertama, Pietro Lionel Alesandro Seda (13), pada Sabtu (30/5) pukul 08.30 WITA. Korban ditemukan mengapung sekitar 1 kilometer di sebelah utara lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) di Pantai Skip.

Setelah ditemukan, Pietro langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram.

Kedua korban dilaporkan terseret ombak pada Jumat (29/5) sore dalam dua kejadian yang terjadi hampir bersamaan. Operasi pencarian melibatkan personel Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, Koramil Ampenan, Tagana, serta nelayan dan warga setempat yang turut membantu proses pencarian.