Penulis:

Bayu Prasetyo dan Ilham Gustiana Winata [Universitas Pamulang]

KORANNTB.com – Program Makan Bergizi Gratis atau yang bisa disingkat menjadi MBG ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah guna mendorong pertumbuhan gizi di Indonesia khususnnya anak sekolah. Karna pemerintah merasa masih banyak anak sekolah di negara ini yang kekurangan gizi dan ini berpengaruh pada tumbuh kembang anak, semakin baik gizi anak tersebut semakin baik pula perkembangannya dan bergitupun sebaliknya. Program MBG ini bukan hanya sekedar aspek sosial namun juga memberikan dampak ekonomi pada beberapa sektor pangan yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis sebagai Kebijakan Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi setiap kebijakan pemerintahan yang meningkatkan konsumsi pada masyarakat akan berdampak juga untuk membuka kesempatan terciptanya permintaan baru di pasar. Dengan kebijakan program mbg ini telah secara tidak langsung membuat pasar yang sangat besar untuk kebutuhan pangan seperti, beras, telur, daging ayam sampai sayur dan buah buahan yang dimana ini akan membuat pasar lebih stabil dibandingkan jika hanya mengandalkan pembeli dari rumah tangga biasa.

Selain itu apabila seluruh penerima manfaat memperolehnya setiap hari maka produsen juga perlu melakukan peningkatan terhadap proses produksinya. Situasi seperti ini menunjukan bahwa kebijakan ini bukan hanya sebatas aksi sosial namun juga sebagai aksi mendorong kestabilan ekonomi daerah.

Peluang bagi Petani dan Pelaku UMKM

Kenaikan permintaan ini sesungguhnya dapat menjadi kesempatan baik bagi para petani dan pelaku usaha UMKM, namun jika tidak dibarengi dengan pengikatan kapasitas produksinya maka harga berpotensi akan mengalami kenaikan signifikan yang akan berdampak menjadi demaind shock pangan, hal seperti ini merupakan salah satu faktor tantangan pada kebijakan MBG yang harus tetap diperhatikan oleh pemerintah.

Dengan adanya Program MBG ini membuat para petani, peternak dan pelaku UMKM medapatkan pasar yang lebih pasti dikarenakan sebelum adanya program MBG para petani, Peternak dan Pelaku UMKM sulit melakukan pemasaran yang disebabkan oleh ketidak stabilan harga. Maka dari itu MBG memberikan dampak yang sangat baik bagi petani, peternak dan pelaku UMKM dalam menjaga kestabilitasan harga pasar. Selain itu Program MBG ini juga meningkatkan pendapatan pada sektor pangan serta peran dari pelaku usaha UMKM dalam penyediaan bahan baku dan pengelolaan makanan dapat menciptakan lapangan kerja yang baru dan meningkatkan aktivitas produktif daerah.

Tantangan dalam implementasi MBG

Sebuah program yang banyak memperikan manfaat pasti tidak luput dari tantangan yang mungkin dapat terjadi pada program tersebut maka dari itu terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar dapat mencegah terjadinya tantangan tersebut. Meningkatnya permintaan yang dapat memicu kenaikan harga apalabila jumlah pasokannya terbatas adalah tantangan pertama yang harus diperhatikan. Jika permintaan tinggi namun kapasitasnya sedikit secara otomatis akan menciptakan ketimpangan antara kapasitas dan permintaan, maka dari itu pemerintah juga harus memperhatikan para pemasok agar menyesuaikan kapasitas permintaan dan tidak terjadi ketimpangan antara permintaan dan kapasitasnya yang dapat meyebabkan kenaikan harga.

Distribusi bahan pangan daerah juga menjadi faktor kedua yang harus diperhatikan dikarenakan distribusi dibeberapa daerah masih belum merata yang dapat menyebabkan kelangkaan pada bahan pangan. Tantangan yang terakhir adalah pengelolaan kualitas dan keamanan pangan juga harus menjadi perhatian penting. Berberapa kritik dan saran dari masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi program ini bahwa rantai pasok dan menjaga kualitas makan harus diperketat guna mencapai tujuan program yang optimal. Efisiensi anggaran dan tata kelola yang baik juga menjadi faktor penting untuk keberlanjutan program untuk jangka panjang.

Strategi yang Perlu Diimplementasikan

Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya ditentukan dari anggaran yang besar, tetapi dari bagaimana cara pemerintah membangun rantai pasok bahan pangan menjadi lebih efisien dan juga memprioritaskan sumber daya lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, dan pelaku usaha UMKM daerah. Peningkatan produktivitas, penguatan distribusi dan menjaga keamanan pangan juga harus menjadi prioritas utama pemerintah agar program berjalan dengan baik. Menjalin kolaborasi yang baik antara Pemerintah, petani, pelaku UMKM serta pihak swasta akan membawa program ini kejalur keberhasilan jangka panjang.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan pemerintah yang memiliki dampak sosial dan ekonomi secara berdampingan. Dalam sisi ekonomi program ini mampu meningkatkan permintaan bahan pangan, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan sektor pertanian. tetapi peningkatan permintaan juga dapat menimbulkan tantangan berupa kenaikan harga dan gangguan pasokan apabila tidak dikelola dengan baik.

Maka dari itu, program MBG seharusnya dipandang bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang efektif, program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.