KoranNTB.com – Senator RI asal NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi masuk dalam 10 Perempuan Inspiratif di NTB. Dia dan perempuan lainnya mendapat penganugerahan itu dari Ownbeat Arts Festival Lombok Bepayasan yang diselenggarakan di Taman Budaya NTB, Sabtu malam, 9 Februari 2019.

Baiq Diyah yang juga calon DPD RI nomor 24 ini diberikan penganugerahan lantaran jasanya dalam bidang kemanusiaan, bidang sosial dan politik.

Baiq Diyah dikenal sebagai sosok yang selalu turun pada masyarakat kecil. Contohnya pada bencana gempa tahun lalu, Baiq Diyah dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB mendirikan banyak posko bantuan dan dapur umum untuk korban gempa.

Selain itu di sektor politik, Baiq Diyah juga menjadi penyemangat kesetaraan gender. Dia membuktikan bahwa perempuan dapat berkiprah dalam dunia politik.

Baiq Diyah berharap anugerah ini dapat menjadi pemantik penyemangat perempuan di NTB lainnya untuk membuktikan bahwa mereka dapat berperan penting bagi bangsa.

“Ya ini hal yang luar biasa untuk perempuan. Mungkin banyak perempuan inspiratif kita di NTB, misalnya para pejuang sampah atau ibu-ibu di pasar itu juga jadi inspirasi kita. Kerena kita tahu bahwa para pejuang tidak terlihat, tetapi dia ada” ungkapnya.

Dia berharap tahun berikutnya banyak lahir perempuan inspiratif bagi Indonesia. “Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa menghadirkan para pejuang yang betul-betul para pejuang yang bisa menginspirasi kita,” ucapnya.

Perempuan yang dikenal dengan Jilbab Orange ini, berharap milenial juga menjadi inspirasi bagi masyarakat. Terlebih lagi tahun 2030 nanti Indonesia memperoleh bonus demografi.

“Saya berangkat dari penjahit dan pembuat baju. Kemudian saya masuk politik itu hal yang luar biasa. Saya berpesan kepada generasi muda saat ini, bahwa kita jangan terfokus pada satu hal yang kita inginkan, tetapi kita harus mencoba¬† bagaimana aspirasi dan kegiatan harus kita ikuti. Nantinya akan terseleksi,” imbuhnya.

Selain Baiq Diyah, sembilan perempuan inspiratif lintas profesi diberi penghargaan pada malam ini. Masing-masing ada yang berlatarbelakang menjadi Polwan, atlet, pengrajin kerajinan tangan hingga pedagang. (red)