Relawan Baiq Nuril Bubar, Nasi Puyung Jadi Penanda Kemenangan

KORANNTB.com – Baiq Nuril bersama tim pembela menggelar acara syukuran atas amnesti yang diberikan presiden terhadap dirinya. Dengan amnesti tersebut, maka Baiq Nuril bebas dari ancaman hukuman pidana.

Bertepatan dengan momen satu tahun gempa Lombok, Baiq menggelar acara syukuran di Fakultas Hukum Universitas Mataram. Dengan mengajak pengacara, relawan dan awak media, Baiq Nuril membawakan nasi Puyung, khas Lombok Tengah untuk disantap beramai-ramai.

Momen tersebut berlangsung hangat, di mana para relawan makan bersama sembari bercerita pengalaman mengadvokasi Baiq Nuril.

Perjalan Baiq Nuril cukup panjang dan berliku. Dia mengungkapkan, sejak kasus ini mencuat pada 2015, banyak sekali lika-liku perjalanan yang dia tempuh untuk mencari sebongkah keadilan. Mulai dari memohon bantuan hukum, penangguhan penahanan, menang di pengadilan tingkat pertama, kasasi jaksa, peninjauan kembali ditolak Mahkamah Agung hingga amnesti presiden.

“Amnesti bagi saya menghilangkan bekas penderitaan sejak 2015. Karena begitu surat amnesti di tangan saya, rasa lelah, capek, sedih, merangkaknya saya sudah hilang tidak ada rasanya sama sekali,” ujarnya di Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin, 5 Agustus 2019.

Baiq Nuril jika berpesan pada korban pelecehan seksual agar jangan pernah takut untuk melawan dan mengungkapkan apa yang mereka alami.

Acara bertemu relawan juga sekaligus sebagai momen untuk membubarkan relawan #SaveIbuNuril yang sejak lama memperjuangkan keadilan untuk Baiq Nuril. (red)