Dehidrasi dan Kekurangan Oksigen di Era Global Pandemi Covid-19

Penulis: Nihayatul Istiana
Mahasiswi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

KORANNTB.com – Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini dapat mempengaruhi keseimbangan kadar garam, mineral, dan gula dalam darah. Akibatnya fungsi tubuh akan terganggu.

Penyebab dehidrasi yaitu tubuh banyak memproduksi keringat, konsumsi cairan yang kurang dan efek mengkonsumsi obat tertentu. Tubuh banyak memproduksi keringat di waktu-waktu tertentu seperti saat beraktivitas, saat tubuh terasa panas akibat suhu lingkungan maupun suhu panas dari dalam tubuh seseorang tersebut.

Di era new normal ini kita membutuhkan cairan yang  cukup dikarenakan di masa new normal ini kita beraktivitas menggunakan masker, masker mempengaruhi stok oksigen di dalam tubuh. Jika oksigen di dalam tubuh kita kurang di tambah lagi dengan kekurangan cairan atau dehidrasi maka tubuh kita rentan terkena penyakit dan tertular virus covid-19 dikarenakan menurunnya sistem imunitas tubuh.

Kekurangan oksigen disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen di lingkungan, adanya penyakit atau gangguan pada paru-paru dan saluran pernafasn, di tambah lagi di era covid-19 ini setiap saat kita menggunakan masker apabila keluar dari rumah ini mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh.

Peredaran darah menjadi tidak lancar dikarenakan tubuh kekurangan cairan dan oksigen yang beredar bersama darah. Akibat dari peredaran darah tidak lancar ini menimbulkan penyakit diabetes ( kadar gula tinggi dalam darah), peripheral artery disease (penyempitan arteri), vena varikosa/varises (fungsi katup kecil pada pembuluh darah vena kurang baik) dan penyakit rainaut (penyempitan pembuluh darah pada saat tubuh terasa dingin dan saat merasa stres.

Peredaran darah tidak lancar juga menyebabkan tubuh terasa kesemutan dan nyeri di bagian persendian, rambut kaki jadi rontok, kuku mudah rapuh, kram otot, terasa dingin pada kaki dan lengandan kulit kaki menjadi semakin kering. (sumber ; royalkirazindo.com).

BACA:  Quo Vadis Ranperda Pengelolaan Sampah di NTB

Kalangan yang rentan terkena dehidrasi ini yang pertama yaitu kalangan tenaga medis. Tenaga medis yang bertugas menangani pasien yang terinfeksi virus covid-19 sangat rentan terkena dehidrasi dan kekurangan oksigen.

Saat tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD) suhu tubuh menjadi panas kemudian tubuh memproduksi keringat terus menerus selama alat pelindung diri digunakan. Tenaga medis jarang dan membatasi diri mengkonsumsi air untuk menghindari membuang air kecil selama menggunakan alat pelindung diri (APD). Penggunaan masker yang berlapis-lapis dan erat juga akan mengganggu sistem pernafasan, akibatnya aliran darah menjadi tidak lancar.

Kalangan selanjutnya yang rentan terkena dehidrasi yaitu orang yang lama beraktivitas di luar ruangan. Apabila orang tersebut lama beraktivitas di luar ruangan maka tubuhnya menjadi panas kemudian tubuhnya akan memproduksi keringat terus menerus dan penggunaan masker selama beraktivitas di luar ruangan tentu mempengaruhi stok oksigen dalam darah. Orang yang lama beraktivitas di luar ruangan tidak hanya rentan untuk dehidrasi dan kekurangan oksigen tetapi akan rentan tertular virus covid-19 saat cara penggunaan masker yang salah, jarang mencuci tangan dan mensterilkan diri dengan antiseptik setiap selesai menyentuh benda dan  melakukan akivitas yang berkaitan dengan banyak orang.

Cara mengatasi dehidrasi yang petama tentu dengan banyak mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter per hari. Cara kedua yaitu dengan mengkomsumsi minuman rasa alami dengan menambahkan pada segelas air mineral jika tidak suka minum air mineral saja denagan menambahkan air lemon, jeruk nipis, irisan jeruk atau membuatnya menjadi jus.

Cara selanjutnya yaitu dengan mengkomsumsi makanan yang banyak mengandung air seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Cara-cara lainnya yaitu dengan tempelkan kain basah pada tubuh terutama pada leher, wajah, punggung, dada, ataupun perut.

BACA:  Reaksi Hukum Menghadapi “Penipuan” Pernikahan

Kurangi penyebab dehidrasi seperti muntah, diare ataupun demam. Oleskan lipbam pada bibir yang kering. Letakkan pendingin, es, dengan minuman sehat dengan jarak yang dekat supaya tubuh mendapatkan kondisi yang lebih nyaman. Dan jangan lupa selalu membawa air disaat keluar rumah untuk bepergian. (www.hallodoc.com).

Saran dari saya di era permasalahan global dan new normal ini ialah jangan terlalu sering dan lama beraktivitas di luar ruangan agar tubuh tidak terlalu sering mengeluarkan keringat dan menggunakan masker. Tubuh akan mendapatkan oksigen secara luas dengan kita bernafas lancar tanpa menggunakan masker. Jadi lebih baik diam dirumah saja jika tidak ada kepentingan di luar rumah.
Terimakasih. (red)

Foto: ilustrasi (Pexels)