Razia Masker, 10 Warga Mataram Terciduk dan Didenda

KORANNTB.com — Puluhan Personel Polresta Mataram mengikuti kegiatan operasi gabungan (Opgab) penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular dan peningkatan disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan.

Kegiatan dilaksanakan di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB di Jalan Langko, Kota Mataram. Dimulai sekitar pukul 09.15 wita. Bersama dinas dan  instansi lainnya seperti TNI, Polda NTB dan Satpol Provinsi NTB dan Kota Mataram. Kegiatan ini untuk menindak dan memberikan sanksi bagi warga masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Provinsi NTB, I Made Gania  menyampaikan, setelah melakukan sosialisasi penegakan perda yang digelar sepekan lebih. Tiba saatnya untuk melaksanakan penegakan hukum dengan memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar.

Link Banner

‘’Kita juga sudah simulasikan kemarin tentang alur pelangar perda yang ditemukan melanggar. Sudah difahami semua dan perlengkapannya sudah kita siapkan. Kita ada empat meja dan tahapannya sudah jelas,’’ ungkapnya di Mataram, Senin, 14 September 2020.

Dari Opgab yang digelar selama dua jam itu, sepuluh orang warga masyarakat ditemukan melanggar. Delapan orang di antaranya langsung membayar denda sebesar Rp 100 ribu dan dua orang lainnya dikenakan sanksi kerja dengan menyapu selokan di depan Kantor Dishub Provinsi NTB.

“Jika melaksanakan sanksi kerja sosial, di meja satu dibuatkan surat pernyataan sanggup melaksanakan sanksi sosial. Sudah ditentukan di depan selokan Dishub untuk melaksanakan maksimal 10 menit. Setelah itu diberikan surat keterangan sudah melaksanakan sanksi sosial. Itu sudah jelas karena sudah disimulasikan,’’ bebernya.

Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik menyampaikan, kepolisian mendukung penuh upaya penegakan perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan peningkatan disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan. Anggota kepolisian selama kegiatan operasi, Walaupun melaksanakan kegiatan penindakan, Tetap harus mengedepankan upaya humanis.

‘’Hindari kata-kata yang salah. Ini aturannya sudah jelas. Jangan sampai kita diprotes dan sebagainya,’’ katanya.

Di kegiatan penindakan ini, Kepolisian tidak hanya memberhentikan pengendara yang tidak menggunakan masker. Pelanggar aturan lalu lintas juga diberhentikan petugas, di antaranya ada yang tidak menggunakan helm dan perlengkapan berkendara lainnya.

“Sekarang langsung ditindak. Sudah cukup kemarin diberikan sosialisasi,’’ tegas Taufik. (red)

Link Banner
Link Banner