Link Banner

Dinamika Atmosfer di NTB Terganggu, Waspada Dampaknya

KORANNTB.com – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat merilis kondisi atmosfer di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini.

Indeks variasi angin dan suhu permukaan laut atau dikenal dengan istilah El-Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam kriteria La Nina Moderat dan diprediksi terjadi hingga bulan Mei 2021.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan Indeks Dipole Mode saat ini berada pada kategori netral dan diprediksi akan tetap netral hingga Mei 2021. Saat ini, angin baratan sudah mendominasi wilayah Indonesia bagian Selatan.

“Adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan Jawa bagian Selatan (Bibit Siklon 96S) mengakibatkan terbentuknya daerah belokan angin di sekitar NTB yang berdampak pada terjadinya angin kencang serta meningkatnya pertumbuhan awan hujan yang tidak merata di wilayah sekitar NTB,” katanya.

Namun, pola angin diperkirakan akan kembali normal memasuki awal dasarian III Desember 2020. Pergerakan MJO saat ini terpantau aktif di Benua Maritim dan diprakirakan akan tetap aktif hingga akhir dasarian II Desember 2020.

Sehingga, potensi hujan pada akhir Desember 2020 diprakirakan akan bertambah seiring dengan masuknya musim hujan di wilayah NTB.

Sementara, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Ni Made Adi P, menjelaskan pada dasarian II Desember 2020, diprakirakan terdapat peluang curah hujan >50mm/dasarian sebesar 90% yang merata hampir di seluruh wilayah NTB kecuali sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara.

“Peluang curah hujan >100mm/dasarian sebesar 60% diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian Selatan, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa bagian Timur, sebagian wilayah Kabupaten Dompu bagian Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima bagian barat,” ujarnya.

Dampak yang terjadi

BACA:  BMKG Stasiun BIL Ganti Nama Jadi Stasiun ZAM

Nindya Kirana mengatakan kondisi dinamika atmosfer yang masih terganggu ini akan berpotensi terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

“Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perubahan cuaca secara tiba-tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Selain dampak tersebut, masyarakat diminta waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang serta gelombang tinggi. (red)

Foto: Ilustrasi (sumber: Pexels)

Link Banner
Link Banner
Link Banner