Beredar Data Simpatisan dan Kontra FPI di NTB, Polda Bereaksi

KORANNTB.com – Sebuah file berisi pengurus FPI, tokoh afiliasi, simpatisan dan pihak atau organisasi kontra FPI di Nusa Tenggara Barat beredar luas di media sosial.

Data tersebut berisi tokoh-tokoh FPI di Lombok, pondok pesantren pendukung FPI serta tokoh yang mendukung FPI.

Selain itu, data yang tertulis berasal dari Polda NTB itu memuat tokoh maupun pondok pesantren yang berseberangan dengan FPI.

Beredarnya data tersebut menimbulkan kegaduhan di media sosial. Bahkan beberapa LSM yang tercantum mendukung FPI di data memprotes bocornya data yang diduga bersumber dari Polda NTB tersebut.

Menanggapi itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan data yang beredar yang menggunakan kop Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda NTB tersebut adalah hoaks.

“Jadi, itu hoaks. Sekali lagi, data yang beredar secara masif itu saya pastikan dan nyatakan sebagai data hoaks, bukan bersumber dari Dit Intelkam Polda NTB,” katanya, Kamis, 31 Desember 2020.

Artanto menegaskan, saat ini Cyber Crime Polda NTB sedang mengusut siapa orang yang membuat data tersebut dan menggunakan kop Polda NTB.

“Saat ini sedang didalami Tim Cyber Crime,” tegasnya.

Ia mengatakan data yang beredar tersebut berpotensi memecah belah masyarakat, karena data mencantumkan nama-nama tokoh FPI, pro FPI dan kontra FPI.

Ia meminta masyarakat NTB untuk tidak percaya data tersebut dan mengimbau agar selalu menjaga kondusivitas daerah.

“Imbauan ini sudah sering saya sampaikan, mari bersama kita menjaga kondusivitas wilayah NTB yang kita cintai ini, dengan bijak dalam memanfaatkan media sosial. Jangan hanya karena jentikan jari, membawa masalah bagi diri kita dan orang lain,” ujarnya.

Direktur Intelkam Polda NTB Komisaris Besar Polisi, Susilo R. Irianto juga membantah data tersebut dari instansinya.

BACA:  Massa PDIP Serang Markas FPI di Yogyakarta

“Itu bukan dari Polda. Sudah kita cek, tanda tangan tidak benar dan bentuk data, format data, apalagi isinya sepertinya asal, dan itu tidak bener dari Polda (hoaks),” tegasnya. (red)