Jack Ma Hilang Misterius Usai Kritik Pemerintah China, Jimmly Tawarkan Status WNI

KORANNTB.com – Bos Alibaba, Jack Ma menghilang secara misterius usai mengkritisi pemerintah China. Keberadaan Jack Ma hingga kini belum diketahui.

Sebelumnya, Jack Ma melakukan kritik keras terhadap regulator keuangan dan perbankan China. Menurutnya, perlu adanya reformasi sistem yang selama ini menahan inovasi bisnis.

Jack Ma pada Oktober 2020 mengatakan regulator China di bawah partai komunis Xi Jinping menghambat inovasi dan tidak memiliki risiko sistem keuangan yang sehat.

Buntut dari kritik yang terus-menerus dilakukan terhadap partai komunis di sana, Jack Ma mulai dicap sebagai musuh. Ma tidak lagi jadi bagian juri dalam ajang pencarian bakat bisnis di TV Dragon.

Bahkan, Otoritas Partai Komunis China melakukan penyelidikan anti monopoli terhadap Alibaba Group Holding. Hasilnya, instruksi dikeluarkan agar perusahaan tersebut mengubah model bisnis dari pinjaman daring atau fintech menjadi penyedia layanan perbankan.

Semenjak menghilang secara misterius, Jack Ma tidak lagi aktif menggunakan Twitter. Padahal dia dikenal sebagai pria yang kerapkali menulis di Twitter.

Bisa Jadi WNI

Menanggapi hilangnya Jack Ma, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Asshiddiqie mengatakan Indonesia dapat memberikan kewarganegaraan kepada Jack Ma.

Ada berita hilangnya Jack Ma dari publik selama bulan bulan trakhir setelah beredar berita tentang kritiknya terhadap pemerintahan RRC. Semoga tidak apa apa,” tulis Jumly di akun twitter @JimlyAs yang dikutip, Selasa 5 Januari 2021.

Baik juga jika dunia akal sehat bisa bantu selamatkan dan mesti ada negara yang tawarkan status bila perlu jadi warga negara. Kalo kita siap, WNI juga ok,” katanya.

Ia menyarankan agar Indonesia menawarkan kewarganegaraan jika Jack Ma ditemukan. Itu jika benar kasus hilangnya gurita Alibaba ini akibat kritik yang dilontarkan kepada pemerintah China. (red)

Foto: Jack Ma (Fortune.com)