KORANNTB.com – Tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, diduga menjadi korban pembakaran dalam insiden yang disebut terjadi pada November 2025.

Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan salah seorang korban sedang menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang dialaminya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan peristiwa tersebut dan mulai melakukan penelusuran. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian itu baru terungkap ke publik dalam beberapa waktu terakhir meski disebut telah terjadi tahun lalu.

“Tapi baru terungkap sekarang. Kejadiannya di salah satu pondok (disebutkan lengkap) di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah,” katanya.

Informasi yang diterima menyebutkan tiga santri menjadi korban dalam peristiwa itu. Satu korban dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka bakar. Ketiganya diduga terlebih dahulu disiram bensin oleh seorang santri sebelum kemudian terbakar.

“Jadi, ada anak yang tersiram bensin dan terbakar satu luka-luka (bakar) dan satu meninggal. Baru sekarang muncul ini,” jelas akademisi Universitas Mataram (Unram) tersebut.

Joko menuturkan, informasi awal diperolehnya dari video yang beredar di media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, LPA langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan.

Hingga kini, pihaknya belum mengantongi identitas lengkap para korban maupun kepastian mengenai status mereka di pondok pesantren tersebut.

“Untuk itu, kami masih mendalami. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, dan saat ini tim meluncur ke lapangan,” bebernya.

Sementara itu, Humas Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Nurul Hilmi, mengaku belum menerima laporan ataupun informasi terkait dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di wilayah Pujut tersebut.

“Kalau masalah ini, saya secara pribadi belum dapat informasi. Saya juga lagi kurang enak badan,” katanya.