KORANNTB.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan tiga unit insinerator yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Gili Trawangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, Husnul Ahadi, mengatakan kesiapan pengoperasian insinerator tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat, tetapi juga kompetensi tenaga operator yang memahami prosedur dan teknis pengolahan sampah menggunakan teknologi termal tersebut.

“Pengoperasian menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sehingga DLH akan melatih tenaga khusus untuk mengoperasikan insinerator,” ujar Husnul.

Menurutnya, operator yang ditugaskan nantinya tidak hanya bertanggung jawab menjalankan mesin, tetapi juga harus memahami standar operasional pengolahan sampah agar prosesnya berlangsung aman dan efektif.

Hal senada disampaikan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), R Andry Indryasworo. Ia menegaskan bahwa pengoperasian insinerator membutuhkan kompetensi teknis, termasuk dalam proses memasukkan sampah ke dalam mesin.

Menurut Andry, setiap tahapan pengoperasian harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan. Tanpa penerapan standar yang tepat, teknologi tersebut berisiko tidak bekerja secara optimal.

“Tidak mengikuti aturan, itu nanti akan menimbulkan emisi yang tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Saat ini, tiga unit insinerator telah disiapkan untuk mendukung pengelolaan sampah di Gili Trawangan. Satu unit merupakan produksi Korea Selatan dengan kapasitas pengolahan sekitar lima ton sampah per hari. Sementara itu, dua unit lainnya merupakan produk dalam negeri dengan kapasitas masing-masing sekitar 10 hingga 15 ton per hari.

Dengan kapasitas pengolahan tersebut, ketiga insinerator diharapkan dapat membantu menangani timbulan sampah di Gili Trawangan yang mencapai sekitar 17 ton per hari.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan seluruh insinerator mulai beroperasi sebelum Desember 2026. Target tersebut akan direalisasikan setelah pelatihan operator dan pemenuhan seluruh persyaratan teknis selesai.