Identitas Mayat Mengapung di Pantai Gading Mataram Terungkap
KORANNTB.com – Operasi pencarian terhadap Pawan (69), warga Dusun Mapasan, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Melau, berakhir pada Kamis (22/01) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi Pantai Gading, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (20/01) sekitar pukul 05.00 WITA, saat korban dilaporkan meninggalkan rumah. Warga kemudian menemukan jejak kaki serta pakaian milik korban di tepi Sungai Melau. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Unit Siaga SAR Mandalika melalui BPBD Lombok Tengah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram menerjunkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Mandalika untuk melakukan koordinasi dan penyisiran awal di lokasi kejadian.
Pada hari kedua pencarian, Rabu (21/01), Kantor SAR Mataram kembali mengerahkan sejumlah personel tambahan dan memperluas area penyisiran bersama unsur terkait.
“Pencarian kami maksimalkan dengan menyisir aliran Sungai Melau hingga muara,” ujar Bustanil, Kepala Seksi Operasi dan Siaga, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Upaya pencarian intensif tersebut membuahkan hasil pada Kamis (22/01) pagi. Kantor SAR Mataram menerima laporan dari pihak kepolisian setempat mengenai penemuan sesosok jenazah laki-laki oleh warga di tepi Pantai Gading, Kota Mataram.
Tim Rescue segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram guna proses identifikasi.
“Setelah dipastikan oleh pihak keluarga bahwa jenazah tersebut benar merupakan korban yang dicari, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” tambah Bustanil.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Tengah, BPBD Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, masyarakat setempat, serta pihak terkait lainnya.
