Orangtua Santri Korban Terbakar Belum Terima Uang Tali Asih yang Dititip Lewat Tim Hotman
KORANNTB.com – Salah seorang orangtua santri korban terbakar di Lombok Tengah, Rumidah, mengaku hingga kini belum menerima uang tali asih yang disebut berasal dari Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati maupun dari Denny Sumargo.
Rumidah menuturkan, saat berada di Gedung DPR RI, dirinya sempat menerima sejumlah uang yang diberikan langsung oleh Anggota Komisi III, Sari Yuliati. Namun, ia mengaku tidak mengetahui nominal uang tersebut.
Menurutnya, semula ia hendak menyerahkan uang itu kepada Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, yang saat itu mendampinginya.
“Saya mau kasih ke Pak Joko, tapi beliau tidak mau. Katanya suruh dibagi saja ke masing-masing korban,” ujar Rumidah.
Namun, saat berpindah ke ruangan lain, Rumidah mengaku seorang pengacara dari Tim Hotman Paris bernama Putri meminta uang tersebut dengan alasan akan membagikannya kepada seluruh keluarga korban.
“Nanti kita bagi tiga katanya (Putri). Saya kira uang itu dikasi sesudah turun dari Kantor DPR itu. Tapi tidak pernah saya lihat sampai sekarang,” katanya.
Rumidah juga mengaku mengalami hal serupa setelah menghadiri podcast bersama Denny Sumargo. Menurutnya, uang yang diberikan saat itu juga dibawa oleh Tim Hotman Paris.
Hingga saat ini, Rumidah mengaku belum menerima uang tali asih yang berasal dari Komisi III DPR RI maupun dari Denny Sumargo.
Klarifikasi Tim Hotman
Sementara itu, Tim Hotman Paris 911 membantah tuduhan bahwa mereka membawa kabur uang tali asih untuk tiga orangtua santri korban terbakar.
Pengacara Tim Hotman Paris 911, Adv. Titi Tantri, mengatakan informasi yang beredar tidak benar. Ia juga membantah kabar yang menyebut nominal uang tali asih mencapai Rp50 juta.
“Untuk lebih jelasnya silahkan klarifikasi total uang tali asih ke Bu Sari dan Densu, karena kami diminta tidak menyebut nominal,” kata Titi Tantri, Kamis (23/7/2026).
Ia menyayangkan munculnya rumor yang menyebut Tim Hotman Paris membawa kabur uang tali asih keluarga korban.
“Informasi tersebut tidak benar dan menjurus ke fitnah,” ujarnya.
Titi menjelaskan, uang tersebut sebenarnya direncanakan akan dibagikan saat para orangtua korban masih berada di Jakarta. Namun, pembagian belum terlaksana karena keluarga korban lebih dahulu kembali ke Lombok.
“Kita mau bagi saat masih di Jakarta, namun orangtua santri pulang lebih dulu,” katanya.
Menurutnya, Tim Hotman Paris juga masih menangani sejumlah perkara lain sehingga pembagian bantuan belum sempat dilakukan. Meski demikian, ia memastikan dana tersebut tetap aman dan akan disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya.
“Uang itu masih aman dan akan dibagikan ke orang yang berhak menerimanya. Jadi jangan diframing seolah-olah Tim Hotman membawa uang,” tegasnya.
Titi menambahkan, Tim 911 Hotman Paris selama ini memberikan pendampingan hukum kepada keluarga santri korban secara cuma-cuma. Ia memastikan seluruh dana bantuan yang dititipkan kepada tim akan disalurkan kepada keluarga penerima.
Didatangi Tim Hotman
Pasca beredar video pengakuan Rumidah tersebut, Tim Hotman mendatangi kediaman Rumidah. Belum diketahui pasti apakah dana Taliasih telah diberikan.
Namun usai dikunjungi Tim Hotman, muncul video Rumidah meminta videonya soal uang Taliasih untuk dihapus. Karena menurutnya, video tersebut diambil tanpa sepengetahuan dirinya.

