Tokoh Agama di NTB Tolak People Power

KoranNTB.com – Pesta demokrasi di Indonesia telah selesai digelar. Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di NTB mengimbau masyarakat dapat menerima hasil pemilu 2019 dengan damai dan tanpa kekerasan.

Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, TGH. L.M. Turmudzi Badaruddin mengimbau masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif pasca pemilu. Tuan Guru juga mengapresiasi TNI-Polri dan pihak penyelenggara yang telah sukses menyelenggarakan pemilu dengan aman dan lancar.

“Kepada masyarakat Indonesia yang ada di bumi tercinta ini mari kita kembali dari tujuan Allah SWT. Siapa yang jadi kita dukung, kita sami’na wa atho’na, kita dengar dan kita taati,” imbaunya.

“Kedua calon dua-duanya bagus tinggal Allah menentukan siapa yang diangkatNya. Tidak boleh mengadakan perkelahian, perpecahan, mari kita bersatu kembali,” sambung Tuan Guru.

Hal yang sama juga diucapkan Ketua Kerukunan Ikatan Keluarga Samawa, Dr. H. Subhan Abdul Acim. Dia menilai rapat pleno penetapan rekapitulasi dan hasil pemilu serentak di NTB telah berjalan dengan lancar dan aman, serta jujur dan demokratis.

“Kami juga mengucapkan terimakasih pada jajaran TNI-Polri yang telah memberikan rasa aman dalam rapat pleno. Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan bisa memberikan nuansa aman dan nyaman untuk Indonesia,” paparnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Drs.  H. Arsad Gani, berpendapat rapat pleno KPU sudah berjalan transparan, jujur, adil serta demokratis. Dia juga mengapresiasi TNI-Polri serta penyelenggara pemilu termasuk para saksi yang menunjukkan independensi.

“Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menunggu pengumuman akhir pada tanggal 22 Mei dan tidak ada lagi aksi unjuk rasa yang anarkis maupun pengerahan dan mobilisasi massa,” imbaunya.

Dia meminta sengketa pemilu dibawa ke jalur hukum sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Karena, niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah tentu tidak dibenarkan secara hukum. (red/3)